PPKM diperpanjang khawatir Covid-19 varian Omicron, Siti Fadilah: Terlalu didramatisasi

- Kamis, 2 Desember 2021 | 23:10 WIB
Siti Fadilah Supari
Siti Fadilah Supari


Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat alias PPKM kawasan Jawa-Bali kembali diperpanjang oleh pemerintah. Hal ini tentu merupakan buah kekhawatiran perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Terlebih, terdapat varian Covid-19 terbaru yaitu Omicron.





PPKM diperpanjang sejak 30 November 2021 hingga 14 Desember 2021. Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Jodi Mahardi, menegaskan  bahwa PPKM Jawa-Bali diperpanjang selama 14 hari. "Diperpanjang dua pekan," kata Jodi, dikutip Hops.id dari Kompas.com pada Kamis, (2/12/2021).





Kendati demikian, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa penularan virus corona di Jawa-Bali mengalami perbaikan karena dampak dari PPKM yang telah berlaku selama beberapa bulan ke belakang. Hal ini disampaikan secara tertulis dari hasil rapat evaluasi penanganan pandemi Covid-19 wilayah Jawa-Bali pada Senin (29/11/2021).





Namun, Luhut mengungkap bahwa saat ini terjadi peningkatan kasus aktif nasional. Selain itu, ia juga membeberkan hasil survei Google Mobility Jawa-Bali dan Indeks Belanja Masyarakat. Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat cukup signifikan dibandingkan dengan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Tidak hanya itu, periode libur Idul Fitri 2021 juga disandingkan.





"Oleh karena itu, kita harus berhati-hati terhadap indikasi adanya kenaikan kasus dan mobilitas, terutama menghadapi periode Nataru supaya tidak terulang pembatasan sosial yang ketat," pungkas Luhut.

Halaman:

Editor: Shafa Haudy Taufik - HopsID

Tags

Terkini