Kasus Ferdinand, polisi jangan pahlawan kesiangan! jangan-jangan ini tumbal Jenderal Dudung dan Megawati

- Rabu, 12 Januari 2022 | 10:13 WIB
Ketua TP3 Laskar FPI, Abdullah Hehamahua
Ketua TP3 Laskar FPI, Abdullah Hehamahua

"Megawati bilang di akhirat itu ada neraka, gimana itu wong belum pernah ada yang ke sana. Ini jelas penghinaan pada Islam," katanya.

Nah Hehamahua mengeluhkan, kenapa banyak laporan seperti kasus Jenderal Dudung dan Megawati itu nggak diproses, sedangkan kasus Ferdinand polisi proses cepat perkaranya. Karena diskriminasi perkara itu, Hehamahua pun boleh dong bilang wah ini ada sesuatunya.

"Ini (perkara Ferdinand) jangan-jangan cuma tumbal, ingin tunjukkan bahwa ini lho polisi serius," bilangnya.

Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal Dudung Abdurachman

Baca Juga: Heboh Gala Sky disebut ngomong kasar, Haji Faisal: Anak itu memang harus diajar

Tuding operasi intelijen

Nah tokoh oposisi itu mengatakan kasus-kasus penistaan agama ini muncul tidak dalam ruang kosong. Dia meyakini ada operasi aktor tertentu yang memainkan isu-isu agama untuk memperkeruh suasana kebangsaan.

"Saya paham ini operasi ntelijen untuk adu domba. Misalnya begini, satu tesis saya bahwa orang Indonesia itu tak pahami Pancasila dan UUD 1945 dengan baik, pasal 29 ayat 1 negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, artinya kita ini negara agama. Ayat 2 negara menjamin peluk agama sesuai kepercayaan masing-masing. Maka karena tak pahami filosof Pancasila dan UUD 1945, maka tejadilah hal seperti ini, terpancing adu domba," jelas Hehamahua.

Halaman:

Editor: Amal Nur Ngazis

Sumber: TV One

Tags

Artikel Terkait

Terkini