Mencuat gegara laporin Gibran-Kaesang, Ubedilah ikuti sabda dari Rasulullah: Saya gelisah...

- Rabu, 12 Januari 2022 | 15:55 WIB
Dosen UJN Ubedilah Badrun (INSTAGRAM/@ubedilahbadrun.official)
Dosen UJN Ubedilah Badrun (INSTAGRAM/@ubedilahbadrun.official)

Hops.id - Sosok Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun belakangan jadi perbincangan hangat publik usai melaporkan kedua anak Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pasca nama Ubedilah mencuat terkait pelaporan dua putra Presiden Jokowi tersebut, dia pun diundang ke saluran YouTube milik Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun.

Dalam kesempatan itu Ubedilah mengungkapkan alasan mengapa dia berani terjun untuk menyampaikan kebenaran dan melawan tindakan semena-mena sejumlah pihak.

Baca Juga: Ardhito Pramono ditangkap terkait narkoba, semalam lakukan ini di bar diduga bareng pacar

Gibran dan Kaesang dilaporkan Ubedilah Badrun. (Foto: Kolase Istimewa)

Sebagaimana yang diajarkan oleh orang tuanya, aktivis 98 ini selalu memegang prinsip dan mengikuti ajaran Rasulullah SAW soal sebaik-baiknya manusia adalah yang berguna bagi banyak orang.

"Jadi apa yang membuat saya masuk ke ranah ini, dulu saya diajarkan oleh orang tua, satu prinsip penting bahwa ikuti sabda Rasulullah, saya seorang muslim yang pernah belajar agama Islam, pernah mengatakan 'khoirunnas anfauhum linnas' sebaik-baik manusia adalah memberi manfaat untuk orang banyak," kata Ubedilah dikutip Hops.ID pada Rabu, 12 Januari 2021.

Sabda dari Nabi Muhammad itulah yang dipegang Ubedilah hingga sekarang. Prinsip tersebut juga membuat hati Ubedilah tergerak ketika melihat terjadi praktik yang merugikan banyak orang.

Baca Juga: Mahfud MD blak-blakan ungkap cara selamat praktik setor uang: Jangan cari-cari!

Dia menilai kaum intelektual harus turun tangan ketika pemerintah menunjukkan sikap tidak adil, seperti korupsi merajalela namun para pejabatnya bungkam.

"Semangat itu membuat saya gelisah ketika negara makin amburadul, saya gelisah ketika negara korupsi merajalela, dan petinggi (pemerintah) menganggap itu baik-baik saja. Dalam situasi semacam itu, mesti ada kaum intelektual menyampaikan kebenaran yang menyuarakan kebenaran, karena nanti efeknya mengubah keadaan secara lebih besar, kolektif masyarakat banyak," ujar Ubedilah.

Ubedilah Badrun (YouTube Refly Harun)

Tentunya kalau niat baik tersebut berhasil, Ubedilah percaya bisa membawa dampak luar biasa bagi banyak orang.

"Kalau agenda-agenda kebaikan ini kemudian berhasil, dampaknya luar biasa untuk orang banyak. Semangat 'khoirunnas anfauhum linnas' itu sebenarnya yang muncul dalam pikiran saya dan itu yang kemudian nyambung dengan semangat reformasi, bagaimana kita menempatkan kepentingan nasional sebagai agenda utama kita misalnya," imbuhnya.

Halaman:
1
2

Editor: Yosafat Diva Bayu Wisesa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wah Giring ikut-ikutan: Kalimantan bukan untuk setan!

Senin, 24 Januari 2022 | 14:20 WIB
X