Begini megahnya Majapahit menurut karya sastra Mpu Prapanca dan Sutasoma

- Jumat, 14 Januari 2022 | 20:45 WIB
Ilustrasi Kerajaan Majapahit (Istimewa)
Ilustrasi Kerajaan Majapahit (Istimewa)

Setidaknya, naskah Kakawin Negarakertagama terdiri dari 98 pupuh. Pembagian pupuh-pupuh dalam tersebut terbentuk sangat rapi. Adapun isinya di setiap pupuh mengisahkan pemujaan Prapanca terhadap raja.

Prapanca memuji nenek baginda raja yang bernama Rajapatni, putri Gayatri sebagaimana dikisahkan pada Pupuh II - VI. Putri bungsu Sri Kertanagara dari Singasari, beliau bertindak sebagai penasihat utama dalam pemerintahan. Di pupuh VIII, Prapanca mengisahkan tentang memuja Sri Rajasanagara, raja Majapahit.

Tercatat hingga Pupuh XCV - XCVIII beragam kisah diceritakan Mpu Prapanca. Dimana di pupuh terakhirnya, ia mengisahkan kebosanannya tinggal di dusun dan nekat bertapa ke lereng gunung.

Baca Juga: Sejarah Kesultanan Pontianak sampai penyebab runtuhnya kerajaan

Ilustrasi Kerajaan Majapahit (ancient-origins)

Menariknya naskah Kakawin Negarakertagama bersifat pujian ke raja yang disusun tidak atas perintah Raja Hayam Wuruk, baik sebagai tujuan politik pencitraan maupun legitimasi kekuasaan. Melainkan murni kehendak Mpu Prapanca yang ingin menghaturkan bakti pada raja.

Selain Negarakertagama, Mpu Prapanca juga menulis kitab Kakawin Niratha Prakretha. Kitab ini terdiri dari 13 pupuh. Pada kitab Niratha Prakretha, Prapanca menuangkan karyanya dengan bahasa indah memikat, karya tersebut mengandung ajaran - ajaran kearifan yang bersifat transendental. Ajaran bagi seluruh manusia yang ingin mencapai pembebasan neraka, dan mencapai nirwana.

Sedangkan, satu sastrawan lainnya yakni Mpu Tantular. Kitab Sutasoma menjadi karya Tantular semasa kejayaan Majapahit kekuasaan Hayam Wuruk. Tidak diketahui pasti kapan naskah tersebut digubah. Pada sejarawan memperkirakan bahwa naskah Kakawin Sutasoma ditulis pada 1365 - 1389.

Baca Juga: Terungkap! Ini kejanggalan kisah di film G30S/PKI dengan fakta sejarah, permainan Orba?

Ilustrasi Kerajaan Majapahit (Kekunoan)

Halaman:

Editor: Yosafat Diva Bayu Wisesa

Tags

Artikel Terkait

Terkini