BMKG ungkap dampak ancaman gempa 8,7 SR Selat Sunda, Jakarta ikut kena tsunami

- Senin, 17 Januari 2022 | 10:02 WIB
Ilustrasi gempa dan tsunami. (Foto: Ist )
Ilustrasi gempa dan tsunami. (Foto: Ist )

Hops.ID - Gempa yang mengguncang Banten pada Jumat sore, 14 Januari 2022 lalu dengan kekuatan 6,6 skala richter disebut bukan menjadi ancaman besar dari segmen megathrust Selat Sunda. Sebab, ancaman besar yang sesungguhnya perlu dikhawatirkan adalah gempa 8,7 SR di Selat Sunda, yang bisa memunculkan risiko tsunami.

Hal itu disampaikan oleh Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono. Adapun menurut dia, ancaman gempa 8,7 SR di Selat Sunda itu, disebut bisa terjadi sewaktu-waktu.

Apalagi Selat Sunda, kata dia, sudah ratusan tahun tidak mengalami gempa, sehingga dampak 8,7 SR yang akan terjadi di sana akan menjadikan ancaman besar bagi wilayah sekitar.

Baca Juga: Ilmu eknomi Rizal Ramli rendah ketimbang Kaesang: Dia sibuk mau jadi presiden!

“Ini dapat terjadi sewaktu-waktu, inilah ancaman yang sesungguhnya, kapan saja dapat terjadi,” katanya, disitat Senin 17 Januari 2022.

Daryono menambahkan, pihaknya tentu sudah coba mensimulasikan dampak gempa 8,7 SR jika benar terjadi. Di mana, kerusakan bakal terjadi di sejumlah wilayah, seperti Banten, Pandeglang, Lampung, hingga Jakarta.

Gempa Bumi Banten 6,7 (Twitter @DaryonoBMKG)

BMKG kemudian mengklasifikasikan, akan ada wilayah dengan dampak sedang, hingga berat. "Jika itu terjadi di bidang kontak antar lempeng, dan pelentingan lempeng yang ada di atapnya, maka akan ada perubahan muka air laut secara signifikan dan bakal terjadi tsunami," katanya dikutip tvOne.

Baca Juga: Gus Arya: Kawal Habib Kribo, hai tentara-tentara langit! hey Eggi Sudjana kamu pernah nyantri nggak

Halaman:

Editor: Rendra Saputra

Sumber: BMKG

Tags

Artikel Terkait

Terkini