Ridwan Kamil tuntut maaf dari Arteria Dahlan yang dianggap rasis: Sebenarnya orang Sunda itu...

- Rabu, 19 Januari 2022 | 12:28 WIB
Politisi PDIP Arteria Dahlan dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Foto: Instagram)
Politisi PDIP Arteria Dahlan dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Foto: Instagram)

Hops.ID - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil minta politisi PDIP Arteria Dahlan meminta maaf kepada masyarakat Sunda. Hal itu terkait permintaan anggota Komisi III DPR itu kepada Jaksa Agung, ST Burhanuddin untuk mencopot Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) yang mempergunakan Bahasa Sunda dalam rapat kerja bersama DPR.

"Kalau tidak nyaman tinggal disampaikan, sesederhana itu ya. Tapi kalau bentuknya meminta untuk diberhentikan jabatan terlalu berlebihan tidak ada dasar hukumnya. Saya amati ini menyinggung banyak pihak warga Sunda dimana-mana, jadi saya mengimbau Pak Arteria Dahlan sebaiknya meminta maaf kepada masyarakat Sunda di Nusantara ini," kata dia dikutip dari kanal YouTube Kabarbalihits pada Selasa, 18 Januari 2022.

Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, mengatakan jika permintaan maaf tidak dilakukan, pasti akan bereskalasi. “Saya menyesalkan statement dari Pak Arteria Dahlan terkait masalah bahasa yang sudah ada ratusan tahun dan menjadi kekayaan Nusantara ini. Sebenarnya, orang Sunda itu pemaaf ya, jadi saya berharap itu dilakukan,” imbuhnya.

Baca Juga: Merasa populer sejak kasus Subang, Danu: Terima kasih dukungannya, fans!

Ridwan Kamil sudah cek soal rapat

Emil menjelaskan ada dua jenis masyarakat dalam melihat perbedaan. “Pertama, ada yang melihat perbedaan itu sebagai kekayaan atau sebagai rahmat. Kedua, ada yang melihat perbedaan sebagai sumber kebencian dan itu yang harus kita lawan,” tegasnya.

Menjawab pertanyaan dari wartawan, Emil mengungkapkan telah melakukan upaya pengecekan ke berbagai pihak, perihal tidak adanya rapat yang sifatnya formal dari A sampai Z-nya mempergunakan Bahasa Sunda.

“Yang ada itu, bahasa daerah diucapkan pada momen tertentu seperti ucapan selamat, pembuka pidato atau penutup pidato, atau di tengah-tengah saat ada celetukan,” ujarnya.



Menurutnya, harus ditanya bukti yang membuat Arteria Dahlan tidak nyaman. “Bayangan saya kelihatannya tidak seperti yang disampaikan persepsinya seperti itu," jelasnya.

Bahkan, ketika seseorang mempergunakan bahasa daerah ke lawan bicaranya hal itu merupakan pencerminan kekayaan dan keberagaman Indonesia. "Makanya Pancasila, Bhineka Tunggal Ika itu mewakili semangat itu. Jadi kalau ada yang rasis seperti itu menurut saya harus diingatkan tentunya dengan baik-baik dululah," pungkasnya.

Editor: Cesaria Hapsari

Tags

Artikel Terkait

Terkini