Akhirnya! Harga minyak goreng turun jadi Rp14 ribu per liter, Mendag Lutfi: Jangan panic buying

- Rabu, 19 Januari 2022 | 17:07 WIB
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. Foto: Biro Humas Kemendag (Foto: Biro Humas Kemendag)
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. Foto: Biro Humas Kemendag (Foto: Biro Humas Kemendag)

Hops.ID – Pemerintah  menetapkan  kebijakan  satu  harga  minyak  goreng dengan harga setara Rp14.000 per liter.

Melalui  kebijakan  ini,  seluruh  minyak goreng,  baik  kemasan  premium  maupun  kemasan  sederhana  akan  dijual  dengan  harga  setara Rp14.000/liter untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga serta usaha mikro dan kecil.

“Pemerintah terus berkomitmen  untuk  memenuhi  kebutuhan  pangan  masyarakat  dengan  harga  terjangkau. Kebijakan  Minyak  Goreng  Satu  Harga  merupakan upaya pemerintah untuk  menjamin ketersediaan  minyak  goreng  dengan  harga  terjangkau,” kata Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam siaran pers yang dikutip dari kemendag.go.id pada Rabu 19 Januari 2022.

Langkah yang diambil pemerintah untuk menyeragamkan harga minyak goreng terkait dengan tingginya harga  minyak  goreng di pasaran selama ini. Khususnya yang dipakai untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga serta usaha mikro dan kecil.

Baca Juga: Gunung berapi Tonga semburkan abu vulkanik 39 KM hingga pecah rekor, apa dampak bagi iklim Bumi?

Harga minyak goreng yang baru berlaku hari ini

“Melalui  kebijakan ini diharapkan masyarakat dapat memperoleh minyak goreng dengan harga terjangkau dan di sisi  lain produsen tidak dirugikan karena selisih harga akan diganti oleh Pemerintah,”ujar Lutfi.

Pada awal pelaksanaan, penyediaan minyak goreng dengan satu harga akan dilakukan melalui ritel modern yang menjadi anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), dan untuk pasar tradisional diberikan waktu satu minggu untuk melakukan penyesuaian.

“Ritel modern akan menyediakan minyak goreng dengan harga Rp14.000/liter yang dimulai pada hari Rabu, 19 Januari 2022, pukul  00.01 waktu setempat, dan kepada masyarakat  diharapkan tidak memborong atau panic buying karena stok minyak goreng dalam jumlah yang  sangat cukup,”tambahnya.

Didukung oleh produsen dan ritel

Pemerintah, melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) telah menyiapkan dana sebesar Rp7,6 triliun yang akan digunakan untuk membiayai penyediaan  minyak goreng kemasan bagi masyarakat sebesar 250 juta liter per bulan atau 1,5 miliar liter selama enam bulan.

Halaman:

Editor: Cesaria Hapsari

Tags

Artikel Terkait

Terkini