PKS ngotot tolak pemindahan ibu kota, Mazdjo Pray: Di sana enggak ada basis massanya

- Rabu, 19 Januari 2022 | 20:14 WIB
Bendera PKS. (Ist.)
Bendera PKS. (Ist.)

Hops.ID - Topik pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke wilayah Kalimantan Timur jadi perbincangan hangat usai RUU IKN disahkan menjadi UU, serta nama Nusantara dipilih jadi nama ibu kota.

Dalam hangatnya isu tersebut, diketahui ada partai yang ngotot menolak pemindahan ibu kota, yakni Partai Keadilan Sejahtera alias PKS.

Bahkan, PKS menjadi satu-satunya partai di DPR RI yang menolak pengesahan Rancangan Undang-undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) menjadi Undang-undang.

Selain itu, PKS juga mengatakan belum menerima pemilihan nama Nusantara jadi nama ibu kota baru lantaran pemerintah belum memberikan penjelasan yang komprehensif terkait dipilihnya nama tersebut.

Desain ibu kota baru di Kalimantan. (Kementerian PUPR.)

Partai itu mengatakan akan menunda persetujuannya hingga mendapatkan penjelasan yang komprehensif dari pemerintah terkait dipilihnya nama Nusantara jadi nama ibu kota baru Indonesia.

PKS menilai pemindahan ibu kota di semester awal 2024 terlalu terburu-buru, di tengah krisis ekonomi akibat pandemi. Apalagi, pembangunan ibu kota baru memakan biaya hingga lebih dari Rp90 triliun yang memakai dana APBN. Kondisi itu menurut PKS tidak memungkinkan mengingat ekonomi negara tengah lesu akibat pandemi.

Tak cuma itu, PKS juga menyatakan bahwa pemindahan ibu kota membutuhkan waktu yang lama, apalagi dalam membangun berbagai fasilitas dasar seperti air, jalan dan jembatan hingga pemukiman penduduk.

PKS tak punya basis massa di ibu kota baru

Namun demikian, pegiat media sosial Mazdjo Pray memiliki pandangan lain terkait mengapa PKS ngotot menolak pemindahan ibu kota dari Jakarta.

Halaman:

Editor: Dion Yudhantama

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini