PDIP akhirnya berikan teguran keras ke Arteria Dahlan: Kata-kata yang disampaikan tidak etis

- Kamis, 20 Januari 2022 | 11:38 WIB
Politikus PDIP Arteria Dahlan. (Instagram)
Politikus PDIP Arteria Dahlan. (Instagram)

Hops.ID - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akhirnya memberikan teguran keras ke Arteria Dahlan terkait pernyataannya yang meminta Jaksa Agung mengganti Kajati yang berbahasa Sunda dalam rapat.

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPP Badan Kehormatan Partai Komaruddin Watubun. Komaruddin mulanya menjelaskan, sebuah pernyataan pas atau tidaknya bisa dilihat dari reaksi publik yang mendengarnya.

Nah, dia lalu mengatakan bahwa apa yang disampaikan Arteria terkait Sunda tidak pas dan tidak etis untuk disampaikan ke publik.

“Nah kata-kata yang disampaikan Pak Arteria itu dari segi kedisplinan dan berorganisasi pas atau tidak, ukuran kan ternyata ada reakasi publik yang begitu keras, itu menunjukkan itu tidak etis untuk disampaikan ke publik,” ucap Komaruddin menukil Kompas TV, Kamis 20 Januari 2022.

Politisi PDIP, Komaruddin Watubun (Antara)

“Apalagi itu sudah menyangkut mengarah kepada etnis atau suku tertentu, meskipun maksud dia barang kali baik menurut dia, tetapi tidak baik menurut yang menerima kritikan itu. Oleh karena itu dari sisi partai kita memberi teguran,” tambahnya.

Dalam keterangannya, Komaruddin menuturkan, teguran terhadap Arteria Dahlan akan diberikan pagi ini sesuai AD/ART PDIP. Komaruddin mengatakan, pihak partai telah meninjau fakta yang terjadi di lapangan dan melakukan pengecekan, apakah Arteria melanggar kode etik atau tidak.

“Etik ini kan soal kepantasan kan, barang kali kita ini merasa pantas tapi kalau publiknya merasa tidak pantas berarti ya ini sesuatu yang tidak benar,” tambah Komaruddin.

Sebelumnya diketahui Arteria Dahlan menyampaikan kritik kepada seorang Kajati yang bicara dengan bahasa Sunda dalam rapat kerja Kejagung bersama DPR RI. Arteria meminta kepada Jaksa Agung untuk mencopot Kajati yang menggunakan bahasa Sunda itu.

Halaman:

Editor: Dion Yudhantama

Sumber: Kompas TV

Tags

Terkini