Minyak goreng di Malaysia cuma Rp8 ribu per liter, kok di Indonesia mahal?

- Kamis, 20 Januari 2022 | 16:52 WIB
Penjual Minyak Goreng. (Antara.)
Penjual Minyak Goreng. (Antara.)

Hops.ID - Baru-baru ini, pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan ‘minyak goreng satu harga’, yakni Rp14 ribu per liter. Imbasnya, sejak kemarin, banyak warga yang ramai-ramai menyerbu super market dan tempat belanja lainnya.

Sebelumnya, untuk membeli seliter minyak goreng, masyarakat harus menyiapkan dana sekira Rp20 ribuan. Kini, dengan harga yang lebih murah, pemerintah berharap, daya beli konsumen bisa kembali meningkat.

Menariknya, meski telah diturunkan, harga tersebut masih dua kali lipat lebih mahal dibandingkan di Malaysia. Bahkan, menurut Anggota Komisi VI DPR, Khilmi, rakyat setempat hanya perlu mengeluarkan dana Rp8 ribuan untuk menebus seliter minyak goreng.

“Bisa ya, apa itu benar?” tanya Khilmi, dikutip Hops Trending dari Suara, Kamis 20 Januari 2022.

Baca Juga: Akhirnya! Harga minyak goreng turun jadi Rp14 ribu per liter, Mendag Lutfi: Jangan panic buying

Ilustrasi Minyak Goreng. (Kinipaham)

Dia juga bertanya-tanya, mengapa Malaysia bisa menjual minyak goreng semurah itu, sementara Indonesia tak bisa?

Menanggapi pertanyaan Khilmi, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau GAPKI, Joko Supriyono menjelaskan, harga minyak sawit di Malaysia bisa semurah itu, lantaran ada skema subsidi yang telah lama dilakukan di sana.

Sedangkan, tambah dia, di Indonesia subsidi minyak goreng baru bisa dilakukan mulai saat ini dengan program satu harga, yakni Rp14 ribu per liter.

Halaman:

Editor: Jalaludin Rumi

Sumber: Suara.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini