Ngeri! Di balik proyek IKN, Jokowi-Ahok diyakini punya deal-dealan ke China

- Kamis, 20 Januari 2022 | 18:13 WIB
Presiden Jokowi dan Komisaris Pertamina, Ahok
Presiden Jokowi dan Komisaris Pertamina, Ahok

Hops.ID - Wartwan senior sekaligus pegiat media sosial, Edy Mulyadi mengungkapkan deal-dealan yang disebut melibatkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Presiden Jokowi dengan pihak Republik Rakyat China (RRC) dalam proyek pemindahan Ibu Kota Negara (IKN). 

Menurut informasi yang diterima, Edy Mulyadi meyakini bahwa Jokowi dan China sudah belajar banyak dari dinamika politik belakangan ini, khususnya pada perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 silam.

Ilustrasi penduduk China (Reuters)

Baca Juga: Minyak goreng di Malaysia cuma Rp8 ribu per liter, kok di Indonesia mahal?

Dia menilai, kekalahan Ahok pada Pilkada DKI Jakarta tersebut tentu membuat pihak penguasa trauma, sehingga memutar cara dengan membuat proyek pemindahan IKN.

"Ada yang mengatakan di sini, sumber informasi saya, tampaknya Jokowi dan RRC ini paham betul tentang kondisi ini, tentang penguasaan ibu kota. Mereka trauma dengan kasus kalahnya Basuki Tjahaja Purnama alia Ahok dalam kontestasi Pilkada DKI Jakarta silam. Dia kalah melawan Anies Baswedan, padahal secara teori mestinya Ahok menang mutlak karena presiden berada di belakang Ahok, birokrasi dan aparat semuanya juga membela Ahok. Paling penting lagi sumber dana semuanya berlimpah ruah kepada Ahok," kata Edy Mulyadi dalam saluran YouTube miliknya, dikutip Hops.ID pada Kamis, 20 Januari 2022.

"Tapi ternyata Ahok kalah, bahkan proyek reklamasinya yang digadang-gadang memberikan keuntungan puluhan hingga ratusan triliun kepada Taipan akhirnya mangkrak. Ini menjadi catatan penting bagi Jokowi dan Republik Rakyat China, maka mereka berpikir daripada menghabiskan energi dan biaya untuk merebut Jakarta lebih baik membuat ibu kota baru, yaitu di Kalimantan Timur," sambungnya.

Sengaja dibuat di Kalimantan biar susah dijangkau rakyat

Desain Istana Presiden di ibu kota baru (Instagram @nyoman_nuarta)

Baca Juga: Minyak goreng di Malaysia cuma Rp8 ribu per liter, kok di Indonesia mahal?

Halaman:

Editor: Yosafat Diva Bayu Wisesa

Tags

Artikel Terkait

Terkini