7 Perlakuan kejam Bupati Langkat yang bangun kerangkeng manusia versi Migran Care, dilaporkan ke Komnas HAM

- Rabu, 26 Januari 2022 | 15:58 WIB
Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin yang diduga punya kerangkeng manusia di rumahnya.  (Foto: Instagram @diskominfo_langkat)
Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin yang diduga punya kerangkeng manusia di rumahnya. (Foto: Instagram @diskominfo_langkat)

 

Hops.ID - Lembaga Swadaya Migran Care mendatangi kantor Komnas HAM untuk melaporkan dugaan adanya pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Bupati Langkat.

Mereka telah mencatat sebanyak tujuh perlakukan kejam yang diduga dilakukan Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin Angin yang beberapa saat lalu terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

“Kita menemukan tujuh perlakuan kejam dan tidak manusiawi yang kita duga sebagai perbudakan modern dan juga perdagangan manusia pada pekerja sawit yang diakukan oleh terduga Bupati Langkat,” kata Ketua Migran Care Anis Hidayah seperti yang dikutip Hops.ID dari kanal Youtube tvOneNewspada Rabu, 26 Januari 2022.

Baca Juga: Bongkar isi chat dengan Doddy Sudrajat, Arist Merdeka Sirait: Dia langsung menolak mediasi

Beberkan 7 perlakuan kejam Bupati Langkat

Berikut ini uraian Anis terkait tujuh bentuk kekejaman yang dilakukan Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin kepada para pekerja di lading sawit miliknya, versi Migran Care, di antaranya:

  1. “Bupati itu membangun semacam penjara gitu ya kerangkeng di dalam rumahnya.”
  2. “Kerangkeng itu penjara itu dipakai untuk menampung para pekerja mereka setelah mereka bekerja.”
  3. ”Mereka tidak punya akses untuk ke mana-mana.”
  4. ”Mereka mengalami penyiksaan, dipukul, lebam, dan luka.”
  5. “Mereka diberi makan tidak layak, hanya dua kali sehari.”
  6. ”Mereka tidak digaji selama bekerja.”
  7. “Tidak punya akses komunikasi dengan pihak luar.”

Masih diperdalam oleh Komnas HAM

Komisisoner Komnas HAM M. Choirul Anam buka suara soal kerangkeng penjara manusia di rumah Bupati Langkat. (Foto: TVOne)

Menanggapi laporan Migran Care tersebut, Komnas HAM melalui Komisionernya M. Choirul Anam menyatakan jika pihaknya masih baru mendapat informasi dari Migran Care dan beberapa pihak terkait.

”Kami basis informasinya masih berdasarkan pengaduan dari Migran Care. Kemudian kami kemaren juga mencoba untuk memperdalam dengan berbagai sumber,” jelasnya.

Choirul Anam juga mengatakan jika inti dari laporan adalah adanya eksploitasi terhadap pekerja. Dia juga membenarkan jika memang terdapat ruangan seperti penjara yang terdapat di rumah Bupati Langkat.

Halaman:

Editor: Cesaria Hapsari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KSAD menerima kunjungan LKN

Rabu, 18 Mei 2022 | 08:50 WIB