Pertamina nekat naikkan harga BBM non subsidi, padahal Ahok bilang masih untung segini

- Senin, 14 Februari 2022 | 15:27 WIB
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok
 
Hops.ID - Di tengah kondisi perekonomian yang belum pulih, Pertamina 'nekat' menaikkan harga BBM non subsidi
 
Sebelumnya Basuki Tjahja Purnama atau biasa disapa Ahok, Komisaris Utama Pertamina pernah mengatakan Pertamina masih untung tanpa menaikkan harga BBM
 
Ahok mengatakan dalam acara DBSI Spring Festival: Roaring to Win 2022 pada Kamis 10 Februari 2022, seperti dikutip Hops.ID dari Pikiran-Rakyat.Com, jika Pertamina masih mampu untung 1 miliar USD walaupun tak melakukan penyesuaian harga BBM
 
Kenaikan harga BBM non subsidi dilakukan PT. Pertamina Patra Niaga pada Jumat,12 Februari 2022.
 
 
Kenaikan harga 3 BBM non subsidi
 
Diketahui BBM non subsidi yang mengalami kenaikkan harga yaitu Pertamax Turbo, Pertamina Dex dan Dexlite. 
 
"Harga baru ketiga produk ini berlaku mulai tanggal 12 Februari 2022," Kata Irto Ginting, Pjs.Sekretaris Perusahaan PT. Pertamina Patra Niaga.
 
Kenaikan harga minyak mentah Indonesia dianggap Irto yang menyebabkan pihaknya harus melakukan penyesuaian harga BBM non subsidi. Menurutnya harga minyak mentah Indonesia atau ICP Indonesia pada Januari 2022 sudah mencapai 85 dollar AS per barel.
 
 
Harga minyak mentah yang naik akhirnya membuat Pertamina mengambil keputusan menaikkan harga BBM non subsidi, Pertamax Turbo menjadi Rp13.500 per liter, Pertamina Dex menjadi Rp13.500 per liter dan Dexlite menjadi Rp12.150 per liter. 
 
Menurut Irto, Pertamina juga sudah dua tahun tidak memberlakukan kenaikkan harga, sehingga menjadi salah satu dasar pengambilan kebijakan juga dalam menaikkan harga BBM non subsidi
 
Penyesuaian harga BBM menurutnya juga sudah sesuai dengan aturan dari Kepmen Nomor 62/K/12/MEM/2020 tentang formulasi jenis bahan bakar umum (JBU). ***
 
Artikel ini pernah tayang di Pikiran-Rakyat dengan judul "Harga BBM non subsidi naik, ucapan Ahok soal keuntungan Pertamina disoroti" pada 13 Februari 2022.
 

Editor: Cesaria Hapsari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Publik harus dorong koalisi tidak hanya dua poros

Senin, 26 September 2022 | 21:39 WIB