Lolos hukuman mati, Herry Wirawan pemerkosa 13 santriwati divonis hukuman seumur hidup

- Selasa, 15 Februari 2022 | 16:06 WIB
Herry Wirawan saat menjalani sidang vonis di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jawa Barat (istimewa)
Herry Wirawan saat menjalani sidang vonis di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jawa Barat (istimewa)
Hops.ID - Herry Wirawan pemerkosa 13 santriwati divonis hukuman seumur hidup oleh
Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jawa Barat (Jabar), Selasa 15 Februari 2022.
 
Predator seks itu dianggap melanggar Pasal 81 ayat (1), ayat (3), ayat (5) jo Pasal 76D Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.
 
"Menjatuhkan pidana oleh karena itu dengan penjara yaitu, penjara seumur hidup," kata ketua majelis hakim Yohanes Purnomo Suryo dalam putusannya yang dibacakan dalam sidang dikutip Hops.ID dari SuaraTernate.com jaringan PikiranRakyat pada Selasa, 15 Februari 2022.
 
 
Vonis yang dibacakan ketua Majelis hakim Yohanes Purnomo Suryo itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jabar yang menuntut pimpinan Pondok Pesantren Madani Boarding School itu hukuman mati dan kebiri kimia.
 
Dalam amar putusannya, Hakim Yuhanes beranggapan bahwa kekerasan seksual terhadap anak naik signifikan dan berpotensi merusak masa depan anak. Sanksi pidana perbuatan kekerasan seksual terhadap anak belum menimbulkan efek jera.
 
Diketahui, dalam tuntutannya yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum pada sidang yang digelar Selasa, 11 Januari 2022, ada enam tuntutan yang dijatuhi JPU kepada Herry Wirawan.
 
 
Selain Hukuman mati dan kebiri kimia, Herry Wirawan juga dituntut pidana tambahan pengumuman identitas, Denda sebesar Rp 500 juta dan restitusi untuk korban sebesar Rp 331 juta.
 
Jaksa juga menuntut Herry dengan pembubaran yayasan pesantren termasuk Madani Boarding School serta Penyitaan aset dan barang bukti untuk dilelang.
 
JPU menilai, Herry Wirawan terbukti bersalah melanggar Pasal 81 ayat (1), ayat (3) Dan (5) jo Pasal 76.D UU R.I Nomor 17 Tahun 2016 yentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan pertama.
 
 
Seperti diketahui, Herry Wirawan ditangkap karena memperkosa 13 santri di Bandung, Jawa Barat.
 
Herry Wirawan diketahui merupakan pemilik Madani Boarding School di Bandung. Selain itu, Herry merupakan pengelola Yayasan Manarul Huda Antapani.
 
Ia memerkosa belasan santrinya hingga hamil dan melahirkan. Kecaman dari berbagai pihak muncul atas perbuatan kejinya itu. Kasus ini mencuat di akhir 2021. Dia juga jebolan salah satu universitas di Kota Bandung. Herry diketahui sudah memiliki seorang istri dan tiga anak.***
 
 

Editor: Yosafat Diva Bayu Wisesa

Sumber: Suaraternate.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tim ahli KPK soal kelanjutan kasus Formula E

Rabu, 30 November 2022 | 11:16 WIB