Menko Polhukam siapkan formula yuridis untuk hentikan kasus Nurhayati: Ayo, jangan takut...

- Minggu, 27 Februari 2022 | 21:29 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD hentikan status tersangka Nurhayati.  (Foto: Instagram MahfudMD)
Menko Polhukam Mahfud MD hentikan status tersangka Nurhayati. (Foto: Instagram MahfudMD)

Hops.ID - Menko Polhukam Mahfud MD juga mengatakan jika pihaknya akan mencabut status tersangka Nurhayati dari kasus pelaporan korupsi Kades Citemu. Mahfud MD menambahkan jika pihaknya sedang menyiapkan formula yuridis untuk menghentikan kasus tersebut.

"Terkait dengan dijadikannya Nurhayati sebagai tersangka setelah melaporkan korupsi atasannya (Kades) maka diinfokan bahwa yang bersangkutan tak perlu lagi datang ke Kementerian Polhukam. Kementerian Polhukam telah berkoordinasi dengan Kepolisian dan Kejaksaan. Insyaallah status tersangka tidak dilanjutkan. Tinggal formula yuridisnya," tulis Mahfud MD di akun resmi Twitternya seperti dikutip Hops.ID dari Pikiran-rakyat.com pada 27 Februari 2022.

Mahfud MD pastikan pemeriksaan dugaan korupsi Kades tetap berlanjut

Mahfud MD juga menyatakan bahwa kasus pemeriksaan terkait dugaan korupsi yang dilakukan Kepala Desa Citemu akan terus dilanjutkan. Namun status tersangka pada pelapor Nurhayati yang akan dihentikan.

Baca Juga: Keanu Agl terciduk 'lengket' sama cewek berhijab, Vicky Alaydrus histeris: Gila dapatnya cakep banget

Menko Polhukam Mahfud MD juga menegaskan kepada seluruh warga untuk tidak takut melaporkan kasus korupsi sepertiyang dilakukan Nurhayati.

"Kita tunggu saja formulanya dari kejaksaan dan kepolisian. Pokoknya, ayo jangan takut melaporkan korupsi,” ujar Mahfud MD.

Bareskrim Polri terbitkan SP3

Sebelumnya pihak Kepolisian melalui Bareskrim Polri juga akan menghentikan status tersangka Nurhayati. Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto akan menerbikan SP3 atau Surat Perintah Penghentian Penyidikan.

Baca Juga: Intip 4 wisata populer di Bitung Sulawesi Utara, disebut surga dunia dan punya keistimewaan ini

Hal ini dilakukan Polri karena dalam penetapan tersangka Nurhayati tidak cukup bukti sehingga Polri akan melakukan koordinasi antara Kapolres Cirebon, Direskrimsus Polda Jawa Barat dengan Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jabar dan juga Kejasaan Negeri Cirebon.

"Semoga hasil koordinasi Kapolres dan Direskrimsus dengan Aspidsus dan Kejari mengembalikan P21-nya, sehingga kami bisa menerbitkan SP3," ucap Komjen Pol Agus Andrianto.

Ucap terima kasih

Kabareskrim juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang memviralkan kasus Nurhayati. Komjen Pol Agus Andrianto juga memberikan penekanan kepada jajarannya seperti yang disampaikan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, bahwa anggotanya tidak boleh antikritik dan selalu instropeksi diri sehingga kalau ada yang salah atau merusak rasa keadilan masyarakat bisa berani ambil sikap.

Baca Juga: Priyanka Chopra prihatin dengan nasib warga Ukraina: Perang ini mengerikan, mereka tidak bersalah

"Bapak Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, menekankan kepada jajaran untuk selalu introspeksi diri dan tidak antikritik. Sehingga kalau ada hal yang salah atau merusak rasa keadilan masyarakat, ya harus berani mengambil sikap. Hasil gelar perkara itulah sikap kami selaku Atasan Penyidik dan Pengawas," kata Komjen Pol Agus Andrianto.***

Artikel ini pernah ditayangkan oleh Pikiran Rakyat dalam artikel berjudul 'Status Tersangka Nurhayati Pelapor Pencurian Uang Rakyat Dihentikan, Mahfud MD: Jangan Takut Laporkan Korupsi'.

Editor: Cesaria Hapsari

Tags

Artikel Terkait

Terkini