Mengenal Yoon Suk-yeol, presiden baru Korsel yang dikenal konservatif dan antifeminis

- Jumat, 11 Maret 2022 | 08:54 WIB
Presiden Korsel, Yoon Suk-yeol. (BBC.)
Presiden Korsel, Yoon Suk-yeol. (BBC.)

Hops.ID - Yoon Suk-yeol presiden terpilih Korea Selatan memenangkan pemilu dengan senjata antifeminisnya pada Rabu, 9 Maret 2022. Pernah menjabat sebagai jaksa agung, Yoon Suk Yeol dinilai tak memiliki pengalaman politik dan kebijakan luar negeri yang baik.

Pada kampanyenya, ia pernah berjanji menghapus Kementrian Kesetaraan Gender di Korea Selatan. Di mana kementrian ini didirikan pada 1990 dengan tujuan memajukan hak-hak perempuan. Menanggapi kampanye politiknya ini, berdasarkan data survei, 64 persen pria mendukung dihapuskannya kementerian tersebut.

Tahun lalu, mantan Jaksa Agung tersebut juga sempat mengatakan, feminisme telah menciptakan perpecahan antara perempuan dan laki-laki. Ideologi ini juga ia anggap sebagai penyebab rendahnya tingkat kelahiran di Korea Selatan.

Presiden terpilih Korea Selatan Yoon Suk yeol. (Bloomberg)

Yoon menggunakan anak-anak muda antifeminis yang merasa bahwa kementerian kesetaraan perlu dihapus dengan asumsi bahwa diskriminasi perempuan tidak pernah ada di sana. Meski bukti lapangan menunjukkan sebaliknya.

Dari pemilu tersebut Yoon mendapatkan 58 persen dukungan dari laki-laki usia 20-an, lebih besar dibandingkan lawannya yang  hanya mendapat 38 persen dukungan dari pemilih laki-laki muda

“Dukungan luas yang dinikmati Yoon dari pria muda, sejujurnya benar-benar menakutkan jika dilihat dari sudut pandang perempuan,” ucap Keung Yoon Bae seorang akademisi dikutip Hops.id dari laman Jurnal.ie.

Hal serupa juga dikatakan oleh seorang aktivis perempuan bahwa ia merasa sangat putus asa dan berat hati atas terpilihnya Yoon. Ia khawatir bahwa presiden antifeminis tersebut bisa saja mengolok-ngolok perempuan di hadapan publik.

Yoon Suk Yeol dari Partai Kekuatan Rakyat (PPP) telah dikonfirmasi sebagai Presiden Korea Selatan yang baru. (Yonhap News)

Halaman:

Editor: Septian Farhan Nurhuda

Sumber: The Guardian

Tags

Terkini