Ketum PBNU sebut istilah kafir sudah tak cocok dipakai, Netizen: Kata kafir di Al Quran juga harus diganti?

- Jumat, 1 April 2022 | 15:16 WIB
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya sebut istilah kafir sudah tidak relevan atau cocok lagi digunakan untuk non muslim (Instagram/@yahyacholilstaquf)
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya sebut istilah kafir sudah tidak relevan atau cocok lagi digunakan untuk non muslim (Instagram/@yahyacholilstaquf)

Hops.ID --  Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf mengingatkan status kafir atau non muslim sudah tidak relevan. Hal ini jika mengacu pada konteks negara bangsa modern.

Pria yang juga akrab disapa Gus Yahya itu mengatakan dia dan beberapa pihak lain telah mengambil kesimpulan bahwa kategori non muslim atau kafir sesungguhnya tidak relevan di dalam konteks negara bangsa modern.

"Kami pada waktu itu dengan membuat kesimpulan bahwa kategori non muslim atau kafir sesungguhnya tidak relevan di dalam konteks negara bangsa modern," kata Gus Yahya dikutip Hops.ID dari kanal Youtube Official TVMUI pada Jumat, 1 April 2022.

Kata kafir sudah tidak relevan dalam konteks negara modern

Gus Yahya mengungkapkan pengambilan kesimpulan dengan menyebut istilah non muslim atau kafir tidak relevan di konteks bangsa modern karena dibutuhkan usaha dan strategi dalam hal untuk mengubah mindset atau pola pikir dari umat. Hal itu terkait dengan banyaknya pemikiran umat yang masih memelihara permusuhan dan kebencian.

Kompak anggota Banser saat menyanyikan Yelyel Jumberareka (Foto: Instagram @banser_nahdlatululama)

"Karena umat ini masih punya mindset yang cenderung memelihara permusuhan dan kebencian satu sama lain," terangnya. Gus Yahya mengatakan jika usaha untuk merubah pola pikir yang memilihara permusuhan dan kebencian adalah tugas semua pihak, jadi bukan hanya umat Muslim saja.

Dunia mewarisi sejarah panjang dari konflik antar agama

Menurut Gus Yahya semua pihak mewarisi sejarah dari konflik yang panjang sekali selama berabad-abad antara Islam melawan dunia nonmuslim. Dia menyebut selama era Turki Usmani 700 tahun dari kekuasaan Turki Usamani itu tidak pernah berhenti sama sekali kompetisi militer melawan kerajaan-kerajaan Kristen Eropa di Barat.

Halaman:

Editor: Lucky Nur Hidayat

Sumber: YouTube

Tags

Artikel Terkait

Terkini