Anak susah diatur, tanamkan ketaatan pada si kecil dan jangan lakukan hal ini

- Rabu, 6 April 2022 | 15:35 WIB
Ilustrasi anak sedang kesal.(Foto: Portal Probolinggo - Pikiran Rakyat)
Ilustrasi anak sedang kesal.(Foto: Portal Probolinggo - Pikiran Rakyat)
 
Hops.ID - Tak bisa dipungkiri, orang tua dan anak terkadang berkonflik lantaran sang anak tidak mau mengikuti apa perintah orangtuanya. 
 
Kondisi demikian sangat penting bagi orang tua untuk mengajarkan kebiasaan-kebiasaan baik saat anaknya masih kecil. Kebiasaan baik yang paling mendasar adalah ketaatan atau habit of obedience.
 
Menurut Charlotte Mason, seorang pendidik dan pembaharu di Inggris pada pergantian abad ke-20, ketaatan merupakan pondasi yang paling utama agar manusia berperilaku mulia. Taat pada hati nurani, taat pada hukum, dan taat terhadap hukum agama.
 
Sebab kita hidup di dunia dengan segala isinya, tanaman, binatang, manusia dan makhluk lainnya, ada aturan yang harus ditaati demi kemaslahatan bersama.
 
Maka dari itu kita sebaiknya dapat mendidik anak kita untuk belajar taat, terhadap kebenaran, perintah Allah SWT dan hukum yang berlaku disekitar kita.
 
Prinsip aturan itu adalah benar dan salah, bukan enak dan tidak enak. Saat ini anak berada dalam fase enak dan tidak enak.
 
Saat anak sedang bermain, tentu akan sulit ketika disuruh untuk pergi mandi, atau ketika sedang menonton beberapa video di YouTube, itu lebih menyenangkan dibanding harus membaca buku cerita.
 
Memaksa anak juga bukan hal yang baik, tapi anak harus faham bahwa ketaatan itu perlu dan harus dijalani meskipun kurang menyenangkan.
 
 
Sebagai orang tua, kita dititipi tugas untuk mengarahkan anak agar dapat menjalani ketaatan dengan baik.
 
Kita tahu, kondisi emosi anak sangat lemah, dia belum bisa menginisiasi dirinya sendiri untuk melakukan sesuatu yang harus dilakukan.
 
Maka disinilah peran orang tua untuk melatih anak agar mau melakukan kewajiban yang harus ia kerjakan, meskipun ia tidak menyukainya.
 
Kita tidak perlu mengkonfirmasi atau membuat kesepakatan tentang suatu kewajiban, karena itu hukumnya memang harus dilakukan.
 
Bersikaplah dengan lembut, tegas dan konsisten. Ketiga sikap ini perlu agar anak dengan mudah dan percaya bahwa apa yang disampaikan itu baik untuk dirinya.
 
Di dalam diri anak sendiri sudah memiliki ketaatan, hanya tinggal nunggu diaktifkan saja, kita juga harus yakin bahwa secara intuitif, anak sudah Allah bekali sifat taat dan percaya bahwa otoritas mendidik itu ada pada kita.
 
Jika sudah begitu perintah bukan lagi ancaman untuk anak. Kita juga tak perlu membentak, memukul, dan memperlakukan anak dengan kasar.
 
Beberapa hal yang membuat anak tidak patuh justru ada dalam diri kita sendiri, orang tua yang tidak percaya diri bahkan hilang kendali ketika mendidik anak. Padahal anak dapat dengan mudah mendeteksi air muka, ekspresi, gestur tubuh apalagi nada suara.
 
Maka, kita perlu mengontrol diri kita terlebih dahulu untuk siap menjadi contoh yang baik untuk anak-anak.(***)

Editor: Tidar Aira

Sumber: Instagram

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sri Mulyani jadi calon Gubernur BI? Simak faktanya

Rabu, 1 Februari 2023 | 10:21 WIB