Sejak Ruslan Buton tuntut Jokowi mundur dan dipecat dari TNI, 3 orang terdekat meninggal mulai istrinya lalu..

- Kamis, 7 April 2022 | 21:19 WIB
Ruslan Buton harus kehilangan 3 orang terdekatnya karena meninggal dunia setelah dia menuntut presiden jokowi untuk mundur dan dipecat dari anggota TNI. Dok Pikiran Rakyat dan warta Ekonomi
Ruslan Buton harus kehilangan 3 orang terdekatnya karena meninggal dunia setelah dia menuntut presiden jokowi untuk mundur dan dipecat dari anggota TNI. Dok Pikiran Rakyat dan warta Ekonomi

Sampai saat ini Ruslan buton mengaku sulit untuk bisa menemui kejujuran. “Di mana sekarang kita mendapatkan kejujuran? Mari kita mendapatkan kebenaran dan keadilan,” keluh Ruslan Buton.

Ia menegaskan bahwa kejujuran, kebenaran dan keadilan di republik ini hanya sebatas casing. “Semuanya hanya atas nama, casingnya saja jujur, benar dan adil, tetapi pelaksanaannya tidak ada. Ini memprihatinkan,” tegasnya.

Seperti diketahui, Ruslan Buton pernah menuntut Presiden Jokowi mundur karena dia menilai ada yang tidak masuk akal terhadap tata kelola berbangsa dan bernegara yang dipimpin Presiden Jokowi dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Ruslan Buton mengatakan solusi terbaik untuk menyelamatkan bangsa Indonesia adalah Jokowi mundur dari jabatannya sebagai Presiden.

Menurutnya, jika tidak mundur maka akan terjadi gelombang gerakan revolusi rakyat dari seluruh elemen masyarakat.

Sekitar 10 hari setelah membuat surat terbuka tersebut, Ruslan Buton dijemput polisi di kediaman orangtuanya di Jalan Poros, Pasar Wajo Wasuba Dusun Lacupea, Desa Wabula 1, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara pada Kamis 28 Mei 2020.

Dia berhasil ditangkap tanpa perlawanan. ‎Penangkapan oleh tim gabungan Satgassus Merah Putih bersama Polda Sulawesi Tenggara dan Polres Buton ini, karena adanya laporan yang masuk ke SPKT Bareskrim Polri bernomor LP/B/0271/V/2020/BARESKRIM tanggal 22 Mei 2020

Ruslan Buton dilaporkan seseorang bernama Aulia Fahmi dengan Laporan Polisi nomor LP/B/0271/V/2020/Bareskrim tanggal 22 Mei 2020 dengan terlapor Ruslan Buton.

Aulia melaporkan Ruslan Buton atas dugaan tindak pidana penyebaran berita bohong sesuai UU 1/1946 tentang KUHP Pasal 14 Ayat (1) dan (2) dan/atau Pasal 15. Juga, Penyebaran Berita Bohong (hoaks) melalui Media Elektronik UU 19/2016 tentang Perubahan Atas UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 28 Ayat (2).

Dan, Kejahatan Terhadap Penguasa Umum UU Nomor 1 tahun 1946 tentang KUHP Pasal 207.

Halaman:

Editor: Lucky Nur Hidayat

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini