Tegas! Profesor Amerika sebut kekejaman Zionis Israel mirip dengan Nazi

- Jumat, 29 April 2022 | 15:54 WIB
Ilustrasi Zionis Israel (Vladimir1965)
Ilustrasi Zionis Israel (Vladimir1965)

Hops.ID - Tidak ada keraguan bahwa antisemitisme Nazi, dan segala bentuk rasisme dan kefanatikan berlebihan lainnya, harus diperangi dengan tegas.

Dengan demikian perjuangan rakyat Palestina untuk meraih kebebasan atas penjajahan Israel ditandai sebagai perjuangan yang sebenarnya dan setara saat Yahudi Eropa melawan Holocaust dan Nazi.

Sebab sejak awal, setelah Deklarasi Balfour 1917, Zionis Irael dianggap sebagai gerakan penjajahan yang dirancang untuk mengambil alih tanah dari penduduk asli untuk mendirikan entitas politik dengan mayoritas orang Yahudi.

Baca Juga: Dipecat IDI Terawan ditawari organisasi profesi baru, PDSI jadi rumah baru lewat sindiran: Di rumah lama tak..

Orang-orang di seluruh dunia yang memiliki hati kurani dan akal sehat akan beragumen bahwa melawan Zionis Israel bukanlah gerakan antisemitisme (rasis pada orang Yahudi) tetapi sebagai gerakan melawan penjajah. Ini adalah akar dari perlawanan orang Palestina terhadap Zionis Israel.

Pandangan ini berangkat dari perjuangan untuk membebaskan Palestina yang menentang segala bentuk kolonialisme yang didasarkan pada nilai-nilai demokrasi kesetaraan nasional, politik dan hak sipil.

Menurut Joseph Massad, seorang Profesor Amerika keturunan Palestina, Zionis Israel dan antisemitisme Nazi adalah gerakan yang mirip dan tidak dapat dipisahkan, sebagaimana dilansir dari Middle East Eye pada 29 April 2022.

Baca Juga: Viral para jenderal antri salam hormat ke Ahok, jangan sungkan ternyata oh ternyata jadi kehormatan TNI lho

Inilah sebabnya mengapa Zionis Israel sangat dikecam, mirip dengan kejadian Apartheid di Afrika Selatan, Prancis selama perang menjajah Aljazair, Amerika Serikat selama perang di Vietnam serta invasi Rusia atas Ukraina yang masih berlangsung hingga hari ini; dan negara-negara lainnya yang sepanjang sejarah sering berbuat zalim pada negara lain.

Halaman:

Editor: Mufrod

Sumber: Middle East Eye

Tags

Artikel Terkait

Terkini