Duh, tentara Rusia diduga perkosa pria dewasa dan anak laki-laki

- Kamis, 5 Mei 2022 | 07:30 WIB
Parmila Patten dan Iryna Venediktova (UN Women & kyivindependent.com)
Parmila Patten dan Iryna Venediktova (UN Women & kyivindependent.com)

Hops.ID - Gesekan antara Rusia dan Ukraina masih berlangsung dan telah banyak timbul korban dari kejahatan tentara Rusia di Ukraina. Diduga terjadi puluhan kasus kekerasan seksual di antaranya pemerkosaan terhadap pria dewasa dan anak laki-laki. Kasus yang melibatkan tantara Rusia ini sedang diselidiki PBB dan Ukraina.

“Saya telah menerima laporan, belum diverifikasi tentang kasus kekerasan seksual terhadap pria dewasa dan anak laki-laki di Ukraina,” kata Pramila Patten, perwakilan khusus PBB untuk kekerasan seksual dalam perang pada Selasa, 3 Mei 2022 sebagaimana dilansir dari The Guardian.

Patten mengatakan akan sulit bagi korban laki-laki yang selamat dari pemerkosaan untuk melaporkan tindakan kekerasan seksual tersebut.

Baca Juga: Jumlah korban perang di pihak Ukraina ternyata dua kali lebih besar, Kemenhan Rusia rilis data mengejutkan

“Sulit bagi perempuan dewasa dan anak perempuan untuk melaporkan (pemerkosaan) karena stigma di antara alasan lain, tetapi seringkali lebih sulit bagi laki-laki dan anak laki-laki untuk melaporkan. Kita harus menciptakan ruang yang aman bagi semua korban untuk melaporkan kasus kekerasan seksual,” ujarnya.

Sejauh ini puluhan kasus kekerasan seksual sedang diinvestigasi. Ketika itu pula Patten mendorong para korban untuk berani melapor agar PBB bisa menemukan pelaku serta meminta pertanggungjawaban mereka sebagai tindak keadilan.

Senada dengan Patten, Jaksa Agung Ukraina Iryna Venediktova mengatakan bahwa kantornya telah mengumpulkan bukti laporan kekerasan seksual yang dilakukan pasukan Rusia terhadap pria dan wanita dari segala usia, dari anak-anak hingga dewasa.

Baca Juga: Liverpool masuk final, Thiago Alcantara kejar catatan rekor Clarence Seedorf

Pada saat konferensi pers yang berlangsung di Kyiv, Ukraina, Vendediktova mengatakan Rusia menggunakan pemerkosaan sebagai strategi yang disengaja.

Halaman:

Editor: Alfiyah Rizzy Afdiquni

Sumber: The Guardian

Tags

Artikel Terkait

Terkini