Sudah tunjukkan benci Islam, Said Didu yakin Rektor ITK tidak akan disanksi: Mungkin saja malah naik jabatan

- Jumat, 6 Mei 2022 | 08:26 WIB
Sudah tunjukkan benci Islam, Said Didu yakin rektor ITK Profesor Budi Santoso tidak akan disanksi: Mungkin saja malah naik jabatan, Facebook ITK
Sudah tunjukkan benci Islam, Said Didu yakin rektor ITK Profesor Budi Santoso tidak akan disanksi: Mungkin saja malah naik jabatan, Facebook ITK

Hops.ID -- Mantan Sekretaris Menteri BUMN Said Didu yakin Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Profesor Budi Santoso Purwokartiko tidak akan diberi sanksi karena telah melontarkan pernyataan bermuatan SARA dengan sebut jilbab sebagai penutup kepala manusia gurun

Said Didu bahkan mengatakan jika dia yakin Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim tak akan menjatuhkan sanksi pada Budi Santoso.

Said Didu pun menyebut bahwa ada kemungkinan Budi Santoso naik jabatan karena sudah menunjukkan kebenciannya terhadap Islam

"Saya yakin tidak akan dikenakan sanksi. Mungkin saja malah naik jabatan karena sudah menunjukkan bhw ybs benci islam," tulis Said Didu seperti yang dikutip Hops.ID dari akun Twitter pribadinya @msaid_didu pada Jumat, 6 Mei 2022. 

Baca Juga: Usai usung isu kebangkitan PKI, kini KAMI besutan Gatot Nurmantyo tuntut Jokowi hentikan tindakan Islamophobia

Pernyataan Said Didu itu dilontarkannya ketika merespon cuitan akun @Jon_de_Ababiel yang meminta para netizen khususnya pegiat media sosial untuk terus mengangkat berita terkait permasalahan unggahan bermuatan SARA Rektor ITK Profesor Budi Santoso.

Hal itu agar Mendikbudristek Nadiem Makariem memecat Budi dari jabatan Rektor ITK Balikpapan.

“Berita angkat terus, sampai Mendikbudristekdikti, Nadiem Makarim mencopotnya dari Rektor ITK Balikpapan. Laporkan kasusnya ke Polri/ Bareskrim, kasus:Pelecehan, penghinaan, fitnah, berita bohong, membuat keributan baik nyata maupun medsos!,” tulis @Jon_de_Ababiel. 

Selain itu, Said Didu juga menyatakan jika dia tak terlalu mengapresiasi rencana pihak yang akan mencopotnya Prof Budi Santosa Purwokartiko dari jabatan sebagai reviewer LPDP.

Halaman:

Editor: Lucky Nur Hidayat

Sumber: Twitter @msaid_didu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

7 Kasus pelanggaran pelanggaran HAM di Indonesia

Sabtu, 3 Desember 2022 | 09:56 WIB

Inflasi melandai, momentum bagus jelang Nataru

Jumat, 2 Desember 2022 | 20:19 WIB