Nekad, KSAD Jenderal Dudung diserang orang dengan isu kerabat kuasai pengadaan alutsista, TNI AD: Menyesatkan!

- Minggu, 8 Mei 2022 | 13:08 WIB
Nekad, KSAD Jenderal Dudung diserang orang dengan isu kerabat kuasai pengadaan alutsista, TNI AD: Menyesatkan!, Suara.com
Nekad, KSAD Jenderal Dudung diserang orang dengan isu kerabat kuasai pengadaan alutsista, TNI AD: Menyesatkan!, Suara.com

Hops.ID – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat  (TNI AD) membantah isu yang menyerang Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman yang disebutkan kerabat atau sahabatnya menguasai proyek pengadaan senjata atau alutsista (Alat Utama Sistem Senjata) di lingkungan TNI AD.

TNI AD langsung menyampaikan klarifikasi melalui Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Tatang Subarna yang membantah kabar yang beredar yang menyebutkan kerabat atau sahabat KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman menguasai proyek pengadaan senjata atau alutsista di TNI AD.

Tatang mengatakan bahwa isu atau kabar itu sangat menyesatkan atau misleading. Menurutnya hal itu mengandung suatu penggiringan opini publik untuk tujuan tertentu karena tanpa konfirmasi terhadap pihak yang diberitakan.

“Informasi tersebut menyesatkan dan tidak melalui konfirmasi terlebih dahulu,” ujar Tatang seperti yang dikutip Hops.ID dari dalam keterangan tertulisnya di laman tniad.mil.id pada Minggu, 8 Mei 2022.

Baca Juga: Mantan atasan sebut Tuhan tak sudi bimbing Anies jadi presiden, Sobary: Jadi Rektor Paramadina rebut jabatan..

Tatang mengatakan bahwa KSAD Jenderal Dudung Abdurachman selalu memimpin dan menjalankan organisasi secara profesional dan mentaati semua aturan dan mekanisme yang berlaku, termasuk dalam hal pengadaan alutsista.

"Perlu diketahui bahwa mekanisme pengadaan alutsista TNI telah diatur dalam Permenhan No 14 Tahun 2020, di mana proses pemilihan penyedia Alpalhankam dilakukan di Kemhan RI, bukan di UO. Proses tersebut juga didampingi oleh lembaga audit baik internal maupun eksternal serta didampingi juga oleh BPKP dan LKPP," tegasnya.

Menurutnya, dalam pengadaan alutsista KSAD tidak berdiri sendiri dan tidak memiliki kewenangan penuh memberikan proyek pengadaan alutsista tersebut kepada siapapun.

"Isu penunjukan penyedia alpalhankam yang didasari oleh kedekatan terhadap salah satu pejabat itu berlebihan dan cenderung merupakan penggiringan opini," ujarnya.

Halaman:

Editor: Lucky Nur Hidayat

Sumber: tni.mil.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini