Prabowo diam saja saat HRS ditahan, Refly Harun soroti hubungan keduanya

- Kamis, 12 Mei 2022 | 05:36 WIB
Refly Harun (YouTube Refly Harun)
Refly Harun (YouTube Refly Harun)

Hops.ID - Pakar hukum tata negara, Refly Harun, soroti hubungan antara Habib Rizieq Shihab (HRS) dengan Prabowo Subianto yang sepertinya kurang harmonis lantaran kecewa terhadap Prabowo usai Pilpres 2019.
 
HRS juga disebut tolak politikus yang merapat kepadanya menjelang pemilihan presiden 2024 mendatang. Hal tersebut dibahas oleh Refly Harun lewat kanal YouTubenya.
 
Video yang diunggah akun YouTube Refly Harun, Minggu 8 Mei 2022, diduga sejumlah kandidat calon presiden mulai berkunjung ke tokoh agama dan ulama untuk urusan politik. Prabowo dan HRS sendiri dikenal dekat pada Pilpres sebelumnya, 2019.
 
 
Memang sebelumnya, HRS dan pasukan 212 habis-habisan mendukung Prabowo untuk memenangkan Pilpres 2019. Namun, hubungan keduanya mulai jauh setelah Prabowo memutuskan masuk ke kubu lawannya, Joko Widodo. Prabowo pun akhirnya diangkat menjadi Mentri Pertahanan.
 
HRS disebut kecewa dengan Prabowo yang masuk ke gerbong penguasa. Ditambah lagi, Prabowo hanya diam saja ketika sejumlah ulama termasuk HRS dijebloskan ke bui.
 
"Prabowo tidak menggunakan kekuasaannya saat ini untuk membebaskan para ulama yang dikriminalisasi oleh rezim Jokowi," kata Refly.
 
 
Relfy Harun juga mengatakan diakui atau tidak, Habib Rizieq adalah salah satu tokoh sentral yang mendukung Prabowo berlaga di Pilpres 2019.
 
HRS mampu menggerakkan massa yang sangat besar di 212 untuk menaikkan suara Prabowo.
 
Kecewa ke Prabowo, Refly Harun bongkar Habib Rizieq tolak tamu politisi: Menhan tak pakai kekuasaannya untuk membebaskan pendukungnya, Istimewa
 
“Celakanya, ketika pendukungnya berdarah-darah, tapi Prabowo malah berekonsiliasi. Rekonsiliasi tidak apa-apa, tapi tidak boleh melupakan korban-korban yang jatuh di perisitiwa demo Bawaslu, kecurangan Pemilu dan sebagainya,” ucap Refly.
 
 
Refly Harun mengimbau semua pihak bisa menunjukkan sikap adil, serta tidak mengkriminalisasikan pihak-pihak yang tidak sejalan dengan pemerintah.
 
Pakar tata negara itu juga menambahkan, agar tidak lagi mencari-cari kesalahan HRS jika nanti sudah bebas dan mewarnai Pilpres 2024.
 
HRS harusnya bebas paling telat Agustus 2023, tetapi bisa lebih cepat lagi kalau mendapatkan remisi. Mudah-mudahan awal 2023, HRS sudah bebas dan tidak dicari-cari perkara baru," kata Refly.
 
 
Selain itu, Jamiluddin Ritonga yang merupakan pengamat komunikasi dan politik menilai, momen lebaran dimanfaatkan untuk safari politik oleh Prabowo Subianto.
 
Dia melihat kunjungan Prabowo ke pesantren di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Indikasi kuat, kalau Prabowo Subianto akan maju di Pilpres 2024.***
 

Editor: Anisa Widiarini

Sumber: Youtube Refly Harun

Tags

Artikel Terkait

Terkini