Ditanya soal nasib 150.000 umat Yahudi di Rusia, pemimpin senior: Kami hancur berantakan

- Jumat, 13 Mei 2022 | 16:49 WIB
Komunitas Yahudi Rusia merasa dicampakkan sejak Putin mengisolasi negara dan membungkan kebebasan berbicara. Foto: Daily Mail
Komunitas Yahudi Rusia merasa dicampakkan sejak Putin mengisolasi negara dan membungkan kebebasan berbicara. Foto: Daily Mail

Hops.ID – Komunitas Yahudi Rusia merasa dicampakkan sejak negaranya secara perlahan-lahan dinilai kembali bersikap seperti era pemerintahan Uni Soviet. Pernyataan ini berkaitan dengan sikap Rusia yang dinilai semakin menutup diri dan membatasi kebebasan berbicara sejak jatuhnya sanksi dari Barat.

Salah satu kasusnya adalah ketika dalam dua bulan terakhir Putin menutup semua siaran pers independen. Meski diakui bahwa perubahan Putin dan bagaimana cara ia menjalankan pemerintahan bukan terjadi dalam semalam saja. Perubahan ini terjadi secara perahan-lahan sejak tahun 2014.

Bahkan menurut kesaksian pemimpin Yahudi yang tidak ingin disebutkan identitasnya mengatakan bahwa kini hidupnya di bawah ancaman ketakutan atas perang yang terjadi di Rusia-Ukraina. Ia menyebut bahwa invasi keji tersebut tak bisa ia tentang. Menyuarakan opini soal perang pun tak dapat dilakukan.

Baca Juga: Farhat Abbas persoalkan gaya pacaran, Thoriq sampai bilang begini

“Komunitas Yahudi di Rusia seperti yang kita ketahui pada awal 2022 tidak akan pernah sama lagi. Kami sangat rapuh, benar-benar hancur berantakan,” ucap pemimpin senior Yahudi Rusia seperti dikutip Hops.ID dari laman The Jerusalem Post pada 13 Mei 2022.

Selain itu, kondisi semakin buruk bagi komunitas Yahudi ketika ada eksodus besar-besaran profesional muda dalam bidang teknologi ke negara lainnya. Menurutnya tak hanya dibungkam, kini komunitas Yahudi Rusia sedang dalam kondisi yang kacau sebab kesulitan finansial setelah Rusia dinilai makin terisolir.

Pernyataan yang diucapkan oleh salah satu badan amal yahudi membenarkan argumen ini. Badan amal tersebut menyinggung soal pertambahan jumlah keluarga yang butuh subsidi bantuan. Jika dahulu mereka menyalurkan bantuan pada 8.00 keluarga yahudi, jumlah itu kini bertambah hingga 3.200 keluarga.

Baca Juga: Profil Alia Bhatt pernah disebut cantik tapi tak ada otak, simak umur, agama pemain film Gangubai Kathiawadi

Akibat kondisi ini, pemimpin Yahudi lainnya menyebut bahwa dari sekitar 150.000 orang yang menjadi anggota komunitas Yahudi di Rusia diperkirakan sekitar 60 persen hingga 70 persen anggota komunitas Yahudi telah meninggalkan negara tersebut. Ia juga mengaku telah meningalkan Rusia sejak merasa bahwa kondisi negara tersebut tidak lagi aman.

Halaman:

Editor: Dion Yudhantama

Sumber: The Jerusalem Post

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kekayaan Hary Tanoesoedibjo

Selasa, 17 Mei 2022 | 11:50 WIB