NATO makin kurang ajar, Rusia peringatkan kemungkinan perang nuklir besar-besaran

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 10:02 WIB
Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev bersama Presiden Rusia saat ini, Vladimir Putin
Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev bersama Presiden Rusia saat ini, Vladimir Putin

Hops.ID – Akibat kiriman senjata dari NATO ke Ukraina yang semakin masif membuat Rusia semakin geram.

Pasalnya, NATO dan US menjadi pemasok utama senjata-senjata ke Ukraina. Walau tentara Rusia berhasil menghancurkan banyak gudang persenjataan kiriman NATO dan US di wilayah Donbass, namun kiriman senjata terus berdatangan ke Ukraina guna menahan gempuran agresi militer dari Rusia.

Mantan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev memperingatkan bahwa meningkatnya dukungan militer yang diberikan NATO kepada Ukraina berisiko memicu konflik antara Rusia dan NATO secara langsung, dikutip Hops.ID pada Jumat, 13 Mei 2022.

Baca Juga: Terlalu ikut campur, Rusia ancam Polandia bakal bernasib sama dengan Ukraina

Hal tersebut disampaikan Medvedev, yang merupakan sekutu dekat Presiden Rusia Vladimir Putin, pada Kamis, dikutip Routers.

Medvedev menambahkan bahwa konflik dengan NATO selalu membawa risiko berubah menjadi perang nuklir besar-besaran, jelasnya.

Sampai hari ini, tidak ada kemenangan yang signifikan dari Ukriana maupun Rusia di Ukraina Timur. Dilansir Al Jazeera, petinggi militer Amerika Serikat, Letnan Jenderal Angkatan Darat Scott Berrier mengatakan, Rusia dan Ukraina sudah mencapai jalan buntu di Ukraina Timur.

Baca Juga: Bandingkan dengan Amerika dan Jepang, begini alasan Sri Mulyani gemar nambah utang negara

Kedua negara itu disebut Berrier tak menemukan jalan ke luar untuk mencapai perdamaian akibat saling balas serangan di wilayah Donbass.

Halaman:

Editor: Intan Afrida Rafni

Sumber: Al Jazeera, Routers.com, Twitter @nexta_tv

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kekayaan Hary Tanoesoedibjo

Selasa, 17 Mei 2022 | 11:50 WIB