Fahri Hamzah minta Jokowi pecat menteri yang mulai kampanye Pilpres 2024: Aji mumpung!

- Senin, 16 Mei 2022 | 19:54 WIB
Fahri Hamzah
Fahri Hamzah

Hops.IDFahri Hamzah buka suara terkait kinerja menteri-menteri Presiden Jokowi yang dianggapnya mulai tidak fokus pada tugas pokoknya.

Mantan aktivis mahasiswa tahun 1998 ini meminta Prsiden Joko Widodo (Jokowi) Untuk segara memberhentikan beberapa menteri yang mulai aktif berkampanye untuk ikut serta dalam kontestasi politik tahun 2024.
 
Fahri Hamzah mengingatkan kepada menteri yang mulai terlihat menunjukan gelagat ingin mencalonkan diri pada pemilu tahun 2024, sebaiknya lebih fokus terhadap pekerjaan yang telah dibebankan kepada mereka.
 
“Secara umum semua menteri yang punya konflik kepentingan baik pribadi maupun jabatan sebaiknya mengundurkan diri, kabinet ini babak belur padahal masih 2,5 tahun. Saat krisis mengahadang tapi menteri pada cari cuan dan popularitas. Akhirnya presiden menanggung beban sendiri," kata Fahri dalam keterangannya dikutip Hops.ID pada kanal Youtube Suara.com, Senin 16 Mei 2022.
 
 
Selain itu, Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelombang Rakyat Indoneisa (Gelora) ini juga mengingatkan Presiden Jokowi mengenai komitmennya tentang sistem rangkap jabatan dalam semua lini pemerintahan.
 
 
“Pedagang menengah tiba-tiba memegang jabatan politik penting. Harusnya tahu diri berterima kasih dan fokus kerja bantu presiden. Dan kalau mereka menganggap diri mereka profesional, ya profesional aja, curahkan ilmu sedalam dalamnya untuk membereskan kerja-kerja besar yang ditugaskan oleh Pesiden. Habis itu kembali aja ke dunia profesional," ungkap Fahri.
 
Tapi yang terjadi sebaliknya, menrurt Fahri mereka malah memanfaatkan jabatan strategis yang diberikan oleh presiden untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya.
 
“Tapi sayangnya pada ‘Aji Mumpung’, melihat popularitas segala-galanya, pengen berkuasa," sambungnya.
 
 
Hingga pada akhirnya, menurut Fahri kepercayaan dari presiden dan seluruh rakyat Indonesia malah digunakan untuk mencari popularitas semata dan menambah pundi-pundi kekayaan pribadi.
 
“Saya tahu betul bahwa di negara kita aturan rangkap jabatan belum terlalu ketat diatur, tapi mereka yang merasa dirinya sekolah di Barat, harus tahu diri bahwa konflik kepentingan sebaiknya mereka hindari. Pengabdian tidak bisa dicampur-campur dengan agenda pribadi," tuturnya.***
 
 

Editor: Nariyati

Sumber: Suara

Tags

Artikel Terkait

Terkini