AS luncurkan program baru selidiki bukti kejahatan Perang Rusia di Ukraina, begini detailnya

- Rabu, 18 Mei 2022 | 15:14 WIB
AS luncurkan program baru selidiki bukti kejahatan Rusia di Ukraina (Getty Images/iStockphoto/MicroStockHub)
AS luncurkan program baru selidiki bukti kejahatan Rusia di Ukraina (Getty Images/iStockphoto/MicroStockHub)

Hops.ID - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat alias AS meluncurkan program baru untuk mengumpulkan dan menganalisis bukti kejahatan perang yang dilakukan tentara Rusia di Ukraina pada hari Selasa, 17 Mei 2022.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price mengatakan jika Putin melakukan perang ilegal dengan menyerang Ukraina dan banyak orang dari seluruh negara telah melihat serangan yang dilakukan oleh Rusia selama ini.

Departemen Luar Negeri AS bekerja sama dengan akademisi AS dan sektor komersial akan menyelidiki bukti kejahatan perang Rusia dengan menggunakan program obersevatorium konflik.

Baca Juga: Sandra Dewi bicara soal rezeki suami, netizen senggol Ayus Sabyan yang ceraikan Ririe Fairus

Tujuan dari program ini adalah dokumentasi, verifikasi dan penyebaran bukti sumber dari kekejaman pasukan Rusia di Ukraina dan memastikan bahwa Rusia bertanggung jawab atas tindakannnya,” kata Departemen Luar Negeri AS sebagaimana dikutip dari Republic World pada 17 Mei 2022.

Observatorium konflik merupakan kolaborasi antara EDRI, penyedia sistem informasi geografis, Laboratorium Penelitian Kemanusiaan Universitas Yale.

Gedung Putih mengatakan jika EDRI telah menerima $320 juta pada bulan Maret 2022 untuk meningkatkan ketahanan demokrasi, memerangi korupsi dan mempromosikan hak asasi manusia di Ukraina dan kawasan lainnya.

Baca Juga: Semakin panas, simak rangkuman lengkap sidang lanjutan Johnny Depp dan Amber Heard

Program ini sedang dikembangkan dengan investasi awal $6 juta dengan pembiayaan dari Inisiatif Eropa untuk Keberlanjutan Demokratis (EDRI). Observatorium konflik nantinya akan mengevaluasi dan mengarsipkan data yang tersedia untuk umum dan komersial, termasuk foto satelit.

Halaman:

Editor: Alfiyah Rizzy Afdiquni

Sumber: Republic World

Tags

Artikel Terkait

Terkini