Demo sempat terjadi di Masjid Nabawi karena singgung politik, demonstran Pakistan dikecam dan picu kemarahan

- Rabu, 18 Mei 2022 | 19:03 WIB
Ilustrasi Masjid Nabawi Madinah (Unsplash/Sulthan Auliya)
Ilustrasi Masjid Nabawi Madinah (Unsplash/Sulthan Auliya)

Hops.ID – Tindakan yang dilakukan oleh jamaah asal Pakistan di Masjid Nabawi Madinah memicu banyak kecaman dan kemarahan sebab dianggap melanggar kesucian situs umat Islam tersebut. Pasalnya, sekelompok jamaah tersebut melakukan demo sambil meneriakkan protes serta hinaan berbau politik kepada Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.

Dalam demo tersebut, kemarahan terjadi ketika jamaah asal Pakistan meneriakan slogan “Chor chor” yang berarti pencuri kepada Perdana Menteri Shehbaz Sharif saat ia bersama delegasinya memasuki Masjid Nabawi di Madinah.

Tak hanya meneriakkan kata pencuri, dalam demo tersebut pengunjuk rasa juga memperlakukan Menterinya secara semena-mana. Bahkan di dalam Masjid Nabawi di Kota Madinah yang suci pengunjuk rasa berani menjambak rambut Menteri Federal Pengendalian Narkotika, Shahzain Bugti.

Baca Juga: Finlandia dan Swedia secara resmi telah mengajukan aplikasi keanggotaan untuk bergabung bersama NATO

“Saya sangat menghormati Makkah dan Madinah dan tidak ada yang boleh berbicara dengan suara keras di sana,” ucap Bugti seperti dikutip Hops.ID dari laman The International News pada Rabu 18 Mei 2022.

Insiden yang dinilai melecehkan tempat suci tersebut lantas mendapat kecaman dan memicu kemarahan dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pemimpin agama hingga politisi. Mereka menyatakan kemarahan dan mengutuk keras perilaku tersebut.

Adapun pejabat Pakistan lainnya, Maulana Fazi-ur-Rehman, melalui akun Twitternya mengutuk tindakan yang dilakukan di Masjid Nabawi Madinah.

Baca Juga: UAS sindir Gubernur Riau yang prihatin nasibnya dideportasi Singapura: Before after

“Berbicara dengan keras di masjid bertentangan dengan etika Islam. Apa pun yang terjadi di sana hari ini tidak bisa lebih menghina tempat suci. Mereka yang tidak bisa menghormati kesucian rumah Nabi Muhammad saw. tidak bisa mengklaim mengikuti ajarannya,” ucap Rehman

Halaman:

Editor: Alfiyah Rizzy Afdiquni

Sumber: Arab News, The News International

Tags

Artikel Terkait

Terkini