Dimulai dengan demam hingga pembengkakan kelenjar getah bening, berikut detail gejala cacar monyet

- Jumat, 20 Mei 2022 | 16:23 WIB
Timbulnya ruam parah di tubuh merupakan gejala cacar monyet (Dok. WHO)
Timbulnya ruam parah di tubuh merupakan gejala cacar monyet (Dok. WHO)


Hops.ID – Kasus cacar monyet yang dicurigai sebagai infeksi virus langka yang terkait dengan cacar telah dilaporkan di Amerika Serikat, Kanada, beberapa negara Eropa dan juga Australia.

Cacar monyet adalah penyakit yang awalnya menyebar di Afrika pada 1958 dan telah diberantas pada tahun 1980. Dilansir dari euronews pada Jumat, 20 Mei 2022, virus cacar monyet tidak begitu menular pada manusia dan kurang mematikan karena menyebabkan gejala yang lebih ringan.

Penyakit cacar monyet biasa berlangsung selama dua sampai empat minggu, di mana gejala dapat muncul di tubuh bagian mana saja sejak hari kelima sampai 21 hari setelah seseorang terinfeksi.

Umumnya, gejala cacar monyet dimulai dengan demam yang diikuti oleh sakit kepala, nyeri otot, sakit punggung, kedinginan, kelelahan dan pembengkakan kelenjar getah bening.
Nah, gejala terakhir inilah yang biasanya membantu dokter untuk membedakan virus cacar monyet dari cacar air atau cacar, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baca Juga: Sudahkah ada vaksin untuk cacar monyet atau monkeypox? Ini penjelasannya

Menurut WHO, begitu seseorang mengalami demam, apabila ia terinfeksi virus cacar monyet, akan muncul ruam yang parah di bagian tubuh mana saja dan cenderung berkembang dalam waktu satu hingga tiga hari kemudian. Biasanya, sering kali dimulai pada wajah dan kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Jumlah ruam yang ada di tubuh dapat berkisar dari beberapa hingga ribuan. Ruam tersebut akan melalui proses pematangan yang buruk, dari makula menjadi papula, vesikel, kemudian pustula (ruam berisi nanah) dan akhirnya keropeng (kotoran yang mengering pada luka).

Virus cacar monyet termasuk dalam genus Orthopoxvirus dalam famili Poxviridae. Pertama kali ditemukan pada tahun 1958 ketika dua wabah penyakit seperti cacar terjadi pada monyet laboratorium yang disimpan untuk penelitian. Itulah kenapa, virus ini dinamakan cacar monyet.

Tapi, monyet bukanlah hewan yang menyebabkan virus cacar monyet. Menurut WHO, hewan pengerat seperti tikus yang paling mungkin menjadi penyebar wabah ini.

Baca Juga: Formula E Jakarta baru ajukan proposal ke BUMN, warganet heran: Balapan tinggal 2 minggu lagi

Halaman:

Editor: Alfiyah Rizzy Afdiquni

Sumber: euronews.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini