PA 212 serta perisai demo di Kedubes Singapura, Rudi S Kamri: UAS bukan apa-apa dan siapa-siapa

- Sabtu, 21 Mei 2022 | 19:38 WIB
PA 212 dan Perisai demo di Kedubes Singapura, Rudi S Kamri: UAS bukan apa-apa dan siapa-siapa. (YouTube Kanal Anak Bangsa)
PA 212 dan Perisai demo di Kedubes Singapura, Rudi S Kamri: UAS bukan apa-apa dan siapa-siapa. (YouTube Kanal Anak Bangsa)

Menurut Rudi S Kamri, tuntutan dari mereka, terutama tuntutan ketiga sangat lucu. 
Sebab, tidak semudah itu untuk mengusir Dubes suatu negara dari negara tertentu.

“Lucu sekali, yang ketiga ini lucu. Ini mereka-mereka mungkin tidak paham bahwa dalam tata etika hubungan kedua negara untuk persona non grata, apalagi level Dubes itu gak semudah itu,” jelasnya.

Baca Juga: UAS terhina diusir Singapura klaim dirinya ustaz Internasional: Ceramah di Brunai 4 menteri di hadapan saya!

Apalagi, menurut Pengamat Sosial dan Politik ini, UAS bukanlah sosok yang terlalu penting.

“Apalagi terkait dengan seorang Abdul Somad yang menurut saya bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa,” kata Rudi S Kamri.

Lebih lanjut, Rudi mengatakan bahwa UAS ditolak oleh Singapura karena masuk ke dalam Not to Land Notice (NTL) dari Immigration and Checkpoint Authority (ICA) Singapura.

Baca Juga: Dari Desta ke Gofar Hilman, warganet kecewa pada Prambors hingga ancam pindah saluran radio

“Sekali lagi saya katakan, Abdul Somad masuk dalam list NTL dari ICA. Not to Land (dari) Immigration and Checkpoint Authority Singapura. Ini hak prerogatif, hak subjektif dari Pemerintah Singapura,” tutur Rudi S Kamri.

Bahkan, kata Rudi S Kamri, Pemerintahan Singapura juga pernah menolak dua orang pendeta Kristen masuk ke negaranya karena membawa narasi berbau Islamophobia.

“Dan perlu kami sampaikan juga, Pemerintah Singapura bukan hanya pernah menangkal pendakwah Islam masuk ke negeri mereka, tapi juga pernah menangkal dua orang pendeta Kristen dari Amerika dan mungkin satu lagi dari negara mana untuk datang ke Singapura,” ucap Rudi S Kamri.

Halaman:

Editor: Ratih Nugraini

Sumber: YouTube Kanal Anak Bangsa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KIB disarankan majukan Capres dari hasil Konvensi

Rabu, 5 Oktober 2022 | 19:31 WIB

Ekonom apresiasi keberlanjutan Program Pra Kerja

Selasa, 4 Oktober 2022 | 21:51 WIB