Monkey Pox telah menginfeksi sekitar 12 Negara di Eropa

- Minggu, 22 Mei 2022 | 20:28 WIB
Ilustrasi cacar monyet (Getty Images/iStockphoto/syahrir maulana)
Ilustrasi cacar monyet (Getty Images/iStockphoto/syahrir maulana)

Hops.id. MonkeyPox atau cacar monyet kini telah menyebar di 12 negara Eropa dan diketahui terdapat 80 kasus orang yang terkena virus ini.

Monkeypox ini merupakan infeksi langka yang disebabkan oleh virus Monkeypox yang masuk berkerabat dekat dengan genus Orthopoxvirus dalam Famili Poxviridae dan sama dengan virus Variola yang bisa menyebabkan seseorang terkena cacar.

Penyakit ini telah menginfeksi ribuan orang di Afrika Tengah dan Barat dalam beberapa tahun terakhir. Virus ini bahkan muncul di Nigeria pada tahun 2017.

Baca Juga: Presiden Polandia sebut Ukraina harus tegas akan nasib bangsanya sendiri

Cacar monyet pertama kali diidentifikasi pada manusia pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo pada seorang anak laki – laki yang berusia 9 tahun dimana cacar sebelumnya telah diberantas pada tahun 1968 dan virus ini kemudian muncul  di pedesaan,  daerah hutan hujan di Cekungan Kongo khususnya di Republik Demokratik Kongo dan kemudian menyerang Afrika Tengah dan Barat.

Sejak tahun 1970, kasus cacar monyet telah tersebar di 11 negara termasuk Afrika – Benin, Kamerun, Republik Afrika Tengah,  Republik Demokratik Kongo, Gabon, Pantai Gading, Liberia, Nigeria, Republik Kongo, Sierra Leone, dan Sudan Selatan.

Kasus pertama penyebaran virus ini di Eropa diketahui berasal dari Inggris ketika seseorang baru saja melakukan perjalanan dari Nigeria dan terkena virus ini dan akhirnya menyebar,” kata Badan Keamanan Kesehatan Inggris sebagaimana dikutip dari Website WHO.

Baca Juga: Rasa penasaran netzien terkait sosok pria yang menikahi Maudy Ayunda membanjiri kolom komentar

Gejala yang dirasakan oleh orang yang terkena cacar monyet ini biasanya ditandai dengan flu, demam, nyeri otot (myalgia), pembengkakan kelenjar getah bening (limfadenopati) yang merupakan gejala awal dari cacar monyet, sakit kepala, kekurangan energi (asthenia), erupsi kulit biasanya dimulai dalam waktu 1 – 3 hari setelah munculnya demam.

Halaman:

Editor: Wefni Azlen

Sumber: who.int, breitbart.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini