Sutiyoso duga TKA China di RI tak akan kembali ke negaranya: Saya intelijen, mereka bisa jadi mayoritas!

- Senin, 23 Mei 2022 | 12:40 WIB
Mantan Kepala BIN Sutiyoso jamin TKA China datang dan tak akan kembali ke asalnya: Saya intelejen bisa baca, mau jadi mayoritas!, Foto: Wikipedia
Mantan Kepala BIN Sutiyoso jamin TKA China datang dan tak akan kembali ke asalnya: Saya intelejen bisa baca, mau jadi mayoritas!, Foto: Wikipedia

Tetapi peraturan itu tak ada di Indonesia. “Di Tiongkok jika punya anak dua, yang kedua seperti anak yatim piatu diperlakukannya oleh pemerintah, di sini mereka bikin anak sebanyak-banyaknya,” tutur Bang Yos.

Dia lantas mencontohkan di beberapa negara tetangga yang kini pejabat di level atas mayoritas adalah etnis China atau memeiliki darah Tionghoa.

Baca Juga: Terbongkar bekingan UAS bisa aman ceramah di Madura, singgung PKI tebar ancaman bagi penggangu Abdul Somad

“Yang paling dekat Singapura, perdana menteri pertama orang Melayu, sekarang sudah tidak ada lagi. Lihatlah Malaysia sudah beberapa departemen dipimpin etnis ini (China),” ungkapnya

Sutiyoso pun mengaku miris akan jumlah TKA asal China yang jumlahnya begitu banyak. Pria asal Semarang itu mengaku kebanyakan yang datang bukanlah investor atau tenaga ahli, melainkan pekerja kasar yang jumlahnya ribuan.

“Saya miris kok banyak sekali pekerja asing datang, kalau dia investor bawa duit ya silakan, kalau tenaga ahli silakan, tenaga ahli itu dua atau tiga, bukan ribuan,” ujarnya

Dia juga khawatir para TKA China itu akan memiliki keturunan di Indonesia, dan hal ini bisa membuat mereka menjadi etnis mayoritas di tanah air.

Oleh karena itu, Indonesia sebaiknya segera sadar agar hal itu tak akan terjadi.

“Jadi jangan sampai kita gak sadar-sadar akhirnya mereka yang mayoritas suatu saat nanti,” tandas Bang Yos.

Baca Juga: Mega merasa diancam usai laporkan Ruhut ke polisi: Kalau saya ada apa apa semua tahu siapa pelakunya!

Halaman:

Editor: Septian Farhan Nurhuda

Sumber: terkini

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Publik harus dorong koalisi tidak hanya dua poros

Senin, 26 September 2022 | 21:39 WIB