Remaja ateis depresi jadi korban bullying, temukan kedamaian setelah mantap masuk Islam

- Senin, 23 Mei 2022 | 15:33 WIB
Ilustrasi remaja depresi (Unsplash/Akex Mihai)
Ilustrasi remaja depresi (Unsplash/Akex Mihai)

Hops.ID - Ini adalah kisah seorang anak laki-laki ateis berusia 14 tahun yang memeluk Islam melalui Alquran. Ia bernama C.S. Mathos yang lahir tahun 1992, di Pennsylvania, AS.

Saat masih kanak-kanak, ia berpikir bahwa tidak mungkin ada Tuhan. Ia tidak peduli tentang agama saat itu. Mathos terobsesi dengan dinosaurus, dan ingin belajar lebih banyak tentang mereka.

Mathos adalah anak yang jujur, berbicara lembut, dan tidak banyak bicara. Bahkan ketika serangan teroris 9/11 datang, ia tidak banyak bicara, dan tidak bereaksi. Ia juga tak takut sama sekali. Ia pikir kata "muslim" adalah istilah untuk sebuah kelompok etnis, dan ia hanya khawatir tentang Perang Irak ketika orang-orang yang tidak bersalah diperkosa dalam penjara.

Baca Juga: Jokowi targetkan harga minyak goreng curah turun jadi Rp14 ribu per liter

Ketika berusia 13 tahun, ia menjadi korban bullying dan menerima hinaan karena dianggap kolot serta menutup diri. Mathos pun menjadi tertekan. Untuk mengalihkannya, Mathos remaja mulai memperhatikan politik, mulai membaca buku-buku tentang Hitler dan Perang Dunia II.

Adapun ia sangat tertarik pada isu Perang Dunia II, Nazisme, dan, komunisme hingga masuk sebuah komunitas. Mathos menyibukkan diri dan bergabung dengan sebuah kelompok.
Karena tertarik pada komunis, teman-teman kelasnya semakin mem-bully-nya.

Bahkan ia pernah menangis di meja makan kantin sekolah karena begitu banyak cemoohan oleh teman-teman sekelasnya. Sejak saat itu, ia putuskan untuk tak jadi ateis atau komunis lagi.

Baca Juga: Dikuatkan Maudy Ayunda, si adik Amanda Khairunnisa ngaku sempat menangis saat lihat Jesse Choi begini

Ia merasa butuh pada agama. Awalnya ia mencoba masuk Kristen, tetapi akhirnya ia meninggalkannya. Baginya agama Kristen terlalu banyak kontradiksi, sektarianisme, dan kemunafikan.

Halaman:

Editor: Alfiyah Rizzy Afdiquni

Sumber: arabnews.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini