Pantai Dor saksi bisu banyaknya orang Palestina dibantai, Israel malah jadikan tempat wisata

- Senin, 23 Mei 2022 | 16:20 WIB
Banyak orang Palestina dibantai di Pantai Dor, Israel malah menjadikan tempat wisata (Instagram @elenakaganskaya)
Banyak orang Palestina dibantai di Pantai Dor, Israel malah menjadikan tempat wisata (Instagram @elenakaganskaya)

Hops.ID - Bagi pengunjung Yahudi Israel ke Pantai Dor, Tantura sebuah pantai Mediterania mungkin akan terasa biasa-biasa saja.

Namun, bagi banyak warga Palestina yang tinggal di dekatnya, Pantai Dor adalah saksi bisu spuluhan kerabat mereka dimakamkan di kuburan massal setelah pembantaian pada tahun selama perang pada tahun 1948.

"Ketika saya di sini, saya memikirkan mereka. Saya merasa seperti saya bisa melihat mereka,” kata Kamal Masri, 57, seorang pekerja baja Arab, dalam kunjungannya baru-baru ini ke pantai sebagaimana dilansir Bangkok Post oada 23 Mei 2022.

Kerabat Masri tinggal di Tantura, sebuah desa Palestina yang direbut oleh tentara Israel pada Mei 1948 dan kemudian dihancurkan dibangun dua resor tempat wisata Israel, Dor dan Nahsholim.

Baca Juga: Sebut hubungan dengan Beijing bakal tetap sulit, PM baru Australia Anthony Albanese: China telah berubah

Di lain sisi, para pemimpin Israel lokal, menolak fakta bahwa orang-orang Palestina dibantai atau dikubur secara massal di sini, hanya beberapa tahun setelah peristiwa Holocaust.

“Sulit membayangkan hal seperti itu. Tidak sesuai dengan waktu mereka yang mengeksekusi orang (Palestina) yang tidak bersalah,” kata Yael Manor, Ketua Administrasi Nahsholim.

Bagi orang Palestina, perang tersebut dikenang sebagai Nakba, atau "malapetaka", di mana 700.000 orang Palestina melarikan diri atau diusir. Jutaan keturunan mereka masih hidup sebagai pengungsi dan selama bertahun-tahun tetap ada pembantaian lainnya.

Bagi banyak orang Israel, konflik tersebut adalah perang kemerdekaan dan kelangsungan hidup melawan tentara Arab dan milisi lokal yang bermusuhan yang menolak rencana PBB untuk membagi tanah antara orang Yahudi dan Arab, dan yang juga melakukan kekejaman.

Halaman:

Editor: Alfiyah Rizzy Afdiquni

Sumber: Bangkok Post

Tags

Artikel Terkait

Terkini