Negaranya dikecam pendukung UAS, Mendagri Singapura: Apa mereka juga berani ancam China?

- Selasa, 24 Mei 2022 | 11:41 WIB
Amati komentar serangan dari pendukung UAS, Mendagri Singapura singgung negara lain yang juga sempat menolak kedatangan Abdul Somad. (Akun Twitter @kshanmugam)
Amati komentar serangan dari pendukung UAS, Mendagri Singapura singgung negara lain yang juga sempat menolak kedatangan Abdul Somad. (Akun Twitter @kshanmugam)

Hops.ID – Amati komentar-komentar berupa ancaman yang diunggah oleh pendukung Ustaz Abdul Somad (UAS), Menteri Urusan Dalam Negeri Singapura, Kasiviswanathan Shanmugam justru menyinggung soal negara-negara lain yang sempat menolak kehadiran pendakwah tersebut.

Menteri yang juga sempat menjabat sebagai Menteri hukum itu mengutip dan membaca dengan seksama setiap pernyataan dalam komentar yang dilayangkan pendukung UAS yang dinilai menyerang Singapura sejak pendakwah tersebut dilarang masuk.

Misalnya adalah komentar yang menyebut Singapura sebagai negara kecil dan dapat dihancurkan hanya dengan satu rudal saja. Komentar lainnya yang disorot adalah komentar yang diposting pendukung UAS melalui facebook yang mengancam akan membom Singapura dan menghancurkan negara tersebut.

Baca Juga: 4 Artis Indonesia yang dinikahi oppa Korea, suami Maudy Ayunda dari atheis menjadi mualaf

“Mengirim pasukan pembela Islam untuk menyerang negara anda seperti 9/11 New York 2001 dan kami juga akan mengusir warga Singapura yang berpura-pura transit dan tinggal di Indonesia,” tulis komentar tersebut seperti dikutip Hops.ID dari laman The Straits Times pada Selasa, 24 Mei 2022.

Menanggapi komentar yang berbau ancaman ini, Shanmugam justru mempertanyakan soal adakah ancaman yang dilayangkan pendukung UAS kepada negara-negara lainnya yang sempat menolak kehadiran Abdul Somad dalam beberapa tahun terakhir. Misalnya seperti Hongkong, Timor Leste, Inggris, Jerman, dan Swiss.

“Saya bertanya-tanya apakah pendukung Somad juga (berani) mengancam China, karena dia ditolak masuk ke Hong Kong, dan mengancam negara-negara Eropa lainnya. Atau hanya Singapura yang mendapatkan perhatian khusus dan mereka cukup berani untuk mengancam Singapura,” ucap Shanmugam.

Baca Juga: Polisi tegaskan plat nomor putih ada spesifikasi khusus, dilarang beli online

Ia juga menyebut bahwa UAS dan pendukungnya dianggap tidak dapat menghormati Singapura sebagai negara yang terpisah.

Menambakan pernyataanya, Shanmugam menyebut jika mayoritas warga Singapura, semua ras dan agama mendukung keputusan untuk menolak Somad masuk ke negara itu. Menurutnya hal ini karena di Singapura, semua umat beragama diperlakukan sama atas dasar yang sama. UAS disebut dilarang masuk bukan karena agamanya tetapi karena pandangannya yang radikal.

Halaman:

Editor: Septian Farhan Nurhuda

Sumber: The Straits Times

Tags

Artikel Terkait

Terkini