Jokowi minta jangan gunakan APBN, APBD, dan anggaran BUMN untuk beli barang impor

- Rabu, 25 Mei 2022 | 17:06 WIB
Politisi NasDem Saan Mustopa merasa tidak melihat pernyataan Presiden Joko Widodo dalam Rapat kerja nasional V Pro Jokowi (Projo) sebagai signal ada support untuk Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo maju sebagai capres 2024. (Facebook Dewan Pimpinan Pusat Projo)
Politisi NasDem Saan Mustopa merasa tidak melihat pernyataan Presiden Joko Widodo dalam Rapat kerja nasional V Pro Jokowi (Projo) sebagai signal ada support untuk Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo maju sebagai capres 2024. (Facebook Dewan Pimpinan Pusat Projo)

Hops.id. Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja membuat pernyataan yang melarang penggunaan APBN, APBD, dan anggaran untuk membeli barang impor.

Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi di acara Evaluasi Aksi Afirmasi Peningkatan Pembelian dan Pemanfaatan Produk Dalam Negeri Dalam Rangka Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Germas BBI), pada 24 Mei 2022.

Dalam acara yang dihadiri jajaran menteri hingga Gubernur itu Jokowi menegaskan bahwa APBN, APBD, di BUMN merupakan uang rakyat.

“Ini uang rakyat, APBN, APBD, di BUMN, Jangan kita belikan barang-barang impor. Keliru besar sekali kita kalau melakukan itu,” ujar Jokowi dikutip Hops.id dari laman Setkab.go.id.

Jokowi menambahkan saat ini dunia sedang menghadapi krisis ekonomi global termasuk pemicunya yaitu pandemi hingga perang Rusia Ukraina. Karenanya, Jokowi meminta tegas jajarannya mulai menggunakan produk dalam negeri.

Diketahui, saat ini pembelian produk lokal mencapai Rp 802 triliun untuk Kementerian/ Lembaga Pemerintah daerah serta Rp 296 triliun untuk BUMN.

“Yang kita perlukan adalah realisasi, bagaimana merealisasikan, karena realisasi masih di bawah 10 persen, masih Rp110,2 triliun,” ujarnya.

Jokowi juga akan terus memantau perkembangan realisasi untuk pembelian dan pemanfaatan produk lokal.

“Sekarang kita ikuti bisa harian bisa, komitmennya berapa, mana yang sudah realisasi, commit-nya berapa, mana yang sudah realisasi. Inilah yang namanya aplikasi, platform yang ingin kita bangun agar sekali lagi, jangan sampai uang rakyat itu dibelikan produk-produk impor. Salah besar kita dalam kondisi sekarang ini mencari income untuk negara sangat sulit, mencari devisa negara sangat sulit,” ujar Jokowi.

Halaman:

Editor: Anisa Widiarini

Sumber: Setkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini