Setelah Ganjar, kini Cak imin kena tampar Akademisi: Harusnya sadar diri...

- Rabu, 25 Mei 2022 | 17:40 WIB
Cak Imin Anies pasangan pemersatu umat (Instagram @cakiminnow)
Cak Imin Anies pasangan pemersatu umat (Instagram @cakiminnow)

Hops.ID - Baru-baru ini, Jamiluddin Ritonga selaku akademisi Komunikasi dan Politik menanggapi pernyataan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang menyatakan jika nanti PKB bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), maka dirinya akan diusung jadi capres.

Jamiluddin Ritonga menyebut hal itu merupakan pernyataan yang sungguh tidak realistis dan tanpa dasar. Menurutnya, terdapat dua alasan yang dapat dengan mudah membantah hal tersebut. 

"Pertama, torehan kursi PKB pada Pileg 2019 di bawah Golkar," ujar Jamiluddin, dilansir Hops.ID dari warta ekonomi, Rabu 25 Mei 2022.

Baca Juga: Partai Buruh resmi ambil alih kendali pemerintahan di Australia

Lebih lanjut dirinya menyebut bahwa secara kalkulasi politik, sebetulnya Golkar lebih berhak mengusung capres daripada PKB.

"Berbeda halnya bila koalisinya hanya PKB, PPP, dan PAN," katanya lagi.

Dengan demikian, selagi ada Golkar di dalam koalisi tersebut, jelas PKB tidak berhak mengajukan Capres.

Baca Juga: Krisis parah, Serikat Pekerja Tunisia akan boikot dan mogok nasional, tolak Presiden Kais Saied

"Sebab, jika tidak ada Golkar, maka perolehan kursi DPR RI dari tiga partai itu PKB yang paling banyak," ungkapnya.

Kemudian yang kedua, Jamiluddin menambahkan, adalah elektabilitas Cak Imin yang sangat rendah membuat peluangnya kecil sekali untuk diusung menjadi Capres.

Halaman:

Editor: Wefni Azlen

Sumber: Warta Ekonomi

Tags

Artikel Terkait

Terkini