Kumpulkan mayat tentara Rusia yang berserakan, Ukraina harap bisa ditukar dengan tawanan perang

- Rabu, 25 Mei 2022 | 18:07 WIB
Tentara Ukraina kumpulkan mayat pasukan Rusia yang berserakan untuk ditukarkan dengan tawanan perang. (CEPA)
Tentara Ukraina kumpulkan mayat pasukan Rusia yang berserakan untuk ditukarkan dengan tawanan perang. (CEPA)

Hops.ID – Tentara Ukraina dikabarkan tengah mengumpulkan mayat-mayat pasukan Rusia yang berserakan di negaranya. Tindakan ini dilakukan dengan tujuan agar nantinya mayat yang terkumpul dapat ditukar dengan tentara Ukraina yang jadi tawanan perang di Rusia.

Tak hanya mengumpulkan mayat, mereka juga mengumpulkan identitas tiap mayat yang ditemukan dan mencatat berbagai jenis informasi penting lainnya seperti DNA, tato, dan kartu kredit.

Menurut informasi, relawan beserta pasukan militer Ukraina telah mengumpulkan sedikitnya 60 mayat di wilayah Timur Laut Kharkiv. Di mana beberapa minggu lalu pasukan Rusia sudah ditarik dari wilayah tersebut. Puluhan mayat yang ditemukan kemudian ditumpuk dalam gerbong kereta yang berpendingin.

Baca Juga: Antrian inden All New Honda HR-V sudah mengular, HPM lakukan ini supaya konsumen gak kelamaan nunggu

Menurut pernyataan kapten Antonu Ivannikov, mayat-mayat yang ditemukan akan ditukar dengan mayat tentara Ukraina atau jika beruntung dapat ditukar dengan tahanan perang. Terlebih lagi jika yang ditemukan adalah mayat pejabat tinggi, maka nilainya akan sangat berharga untuk dapat ditukarkan.

“Kita mengumpulkan semua dokumen, semua kartu kredit. Apa pun yang akan membantu kami mengidentifikasi tubuh, termasuk tato dan DNA,” ungkap Ivannikov seperti dikutip Hops.ID dari lama The Jerusalem Post pada Rabu, 25 Mei 2022.

“Di waktu mendatang, ini (identitas mayat) akan memberi tahu kami prajurit mana, brigade mana yang berada di wilayah ini untuk pertukaran lebih lanjut,” tambahnya.

Baca Juga: Juragan 99 renovasi makam Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah, netizen tantang Doddy: Ditunggu surat somasinya

Setelah dikumpulkan, mayat-mayat ini akan dikirim ke Kyiv dengan menggunakan kereta api, sebab di wilayah itu negosiasi soal pertukaran mayat dilakukan.

Halaman:

Editor: Anisa Widiarini

Sumber: The Jerusalem Post

Tags

Artikel Terkait

Terkini