Takut senjatanya bunuh tentara Rusia, Israel tolak permintaan AS untuk setujui pengiriman rudal ke Ukraina

- Sabtu, 28 Mei 2022 | 15:35 WIB
Israel menolak permintaan AS soal ijin memasok bantuan rudal ke Ukraina (IDF)
Israel menolak permintaan AS soal ijin memasok bantuan rudal ke Ukraina (IDF)

Hops.IDIsrael kabarnya menolak permintaan AS untuk mengizinkan Jerman memasok rudal anti tank yang diproduksi di bawah lisensi negara tersebut. Izin dari Israel menjadi penting sebab rudal ini diproduksi oleh pabrik misil Israel di Jerman, di mana setiap kali transfer rudal dilakukan, maka izin dari Israel wajib dikantongi.

Penolakan ini disebut terjadi dalam sebuah pembicaraan yang melibatkan Amir Eshel, dirjen kementrian pertahanan Israel beserta Colin Kahl, wakil menteri pertahanan AS yang kala itu  bertemu di Washington dalam rangka membicarakan kerja sama keamanan antara AS dan Israel.

Saat itu, Kahl bertanya kepada Eshel apakah Israel nantinya akan memberikan izin kepada Jerman untuk mentransfer rudal anti tank (Spike) ke Ukraina. Saat itu Eshel menolak permintaan tersebut dan mengatakan bahwa Israel hanya akan memasok Ukraina dengan peralatan militer yang tidak mematikan.

Baca Juga: 2 Kali kesandung kasus narkoba, Ridho Rhoma ungkap 2 fakta mengejutkan

Pernyataan ini merujuk pada 2000 helm dan 500 rompi pelindung darurat untuk warga sipil yang dikirim Israel ke Ukraina. Keputusan ini dinilai berhubungan dengan kepentingan Israel di Suriah, yang merupakan wilayah di mana Rusia memiliki pasukan yang dominan disana.

“Seorang pejabat senior Israel mengatakan Israel khawatir tentara Rusia akan dibunuh dengan senjata buatan Israel yang mana hal ini menyebabkan Rusia bisa mengganggu kepentingan keamanan Israel di Suriah,” tulis laporan Axios seperti dikutip Hops.ID dari laman tersebut pada Sabtu 28 Mei 2022.

Dikutip Hops.ID dari laman Times of Israel, rudal anti tank tersebut bernama spike dan pada tahun 2019 produsen senjata Israel bernama Rafael untuk pertama kalinya menandatangani kesepakatan atas produksi 1.500 rudal anti tank di Jerman.

Baca Juga: Diminta pilih anak atau istri, jawaban Ridwan Kamil di Podcast Denny Sumargo kembali viral

Rudal ini bukan satu-satunya permintaaan yang ditolak oleh Israel. Sejak Rusia memulai invasi pada 24 Februari lalu, Israel telah menolak permintaan Ukraina dan Barat soal bantuan peralatan tempur lainnya. Bahkan ketika Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky menyinggung secara khusus kehebatan senjata pertahanan milik Israel pada awal bulan Maret lalu.

“Semua orang tahu bahwa sistem pertahanan rudal anda adalah yang terbaik. Anda pasti dapat membantu orang-orang kami, menyelamatkan orang Ukraina, orang Yahudi Ukraina,” ucap Zelensky merujuk pada senjata Iron Dome milik Israel.***

Halaman:

Editor: Septian Farhan Nurhuda

Sumber: Times of Israel, Axios

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Penjajakan KIB makin intensif dilakukan

Jumat, 23 September 2022 | 17:32 WIB