Otoritas negara-negara Muslim ambil sikap tegas terkait pejabat India yang hina Nabi Muhammad

- Selasa, 7 Juni 2022 | 07:01 WIB
Suasana ramadhan di salah satu mesjid kawasan Kota Tua New Delhi
Suasana ramadhan di salah satu mesjid kawasan Kota Tua New Delhi

Hops.ID - Partai Bharatiya Janata yang berhaluan nasionalis menangguhkan (atau menskorsing) pejabat publiknya atas penghinaan terhadap Nabi Muhammad.

Hal ini dilakukan setelah mendapat kecaman dari sejumlah Negara Teluk, Bahrain, Arab Saudi, Oman, Uni Emirat Arab, Iran, Qatar, Kuwait.

Otoritas dari negara-negara Teluk itu memanggil duta besar India di masing-masing negaranya untuk dimintai tanggapan atas pernyataan juru bicaranya terkait penghinaan Nabi Muhammad.

Sebelumnya, Nupur Sharma, juru bicara nasional BJP (Partai Bharatiya Janata, yang kini berkuasa di India) membuat pernyataan yang menghina Nabi Muhammad dan istrinya Aisyah dalam sebuah debat yang disiarkan di TV. Inilah yang kemudian memicu gelombang kecaman baik di dalam maupun luar negeri.

Baca Juga: Indonesia dan Swiss perkuat kerjasama Bilateral, berikut isi perjanjian yang resmi ditandatangani

Namun dalam satu pernyataan resmi, BJP mengatakan di situs resminya bahwa partai itu menghormati semua agama. 

"BJP mengecam keras penghinaan terhadap tokoh agama manapun, dari agama apapun," tulis pernyataan resmi tersebut, dilansir Hops.ID dari laman Middle East Eye, Selasa 7 Juni 2022.

Juru bicara Nupur Sharma, juga mengklarifikasi ucapannya di Twitter, dengan mengatakan bahwa komentarnya tentang Nabi Muhammad itu tidak diniatkan untuk menyakiti perasaan umat beragama Islam.

Baca Juga: Perwakilan negara-negara G7 bahas krisis iklim di Berlin: Ini lebih buruk dari yang diperkirakan

"Jika kata-kata saya telah menyebabkan ketidaknyamanan atau menyakiti perasaan keagamaan siapa pun, saya dengan ini menarik pernyataan saya tanpa syarat," katanya.

Halaman:

Editor: Anisa Widiarini

Sumber: Middle East Eye

Tags

Artikel Terkait

Terkini

7 Kasus pelanggaran pelanggaran HAM di Indonesia

Sabtu, 3 Desember 2022 | 09:56 WIB

Inflasi melandai, momentum bagus jelang Nataru

Jumat, 2 Desember 2022 | 20:19 WIB