Tak ingin PPP degradasi, massa GPK gelar karpet merah agar Suharso Monoarfa legowo hengkang

- Selasa, 7 Juni 2022 | 17:45 WIB
Tak ingin PPP degradasi, massa GPK beri karpet merah agar Suharso Monoarfa legowo hengkang dari Ketum PPP (Sumber: GPK)
Tak ingin PPP degradasi, massa GPK beri karpet merah agar Suharso Monoarfa legowo hengkang dari Ketum PPP (Sumber: GPK)

 

Hops.ID - Kelompok massa tergabung dalam Gerakan Penyelamat Ka'bah (GPK) menggelar karpet merah di depan Kantor Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Menteng Jakarta Pusat, Selasa, 7 Juni 2022.

Aksi gelar karpet merah tersebut ditujukan kepada Suharso Monoarfa agar hengkang dari jabatan Ketua Umum PPP. Sebab, kata Koordinator GPK Rohmad, nasib PPP sepertinya di ujung tanduk jelang perhelatan akbar 2024.

"Jangan biarkan PPP semakin ambruk, terpuruk. Maka itu, karpet merah ini kami tujukan pada Suharso Monoarfa agar legowo hengkang dari kursi jabatannya sebagai Ketua Umum PPP," kata Rohmad, seperti informasi tertulis diterima Hops.ID, Selasa, 7 Juni 2022. 

Baca Juga: Tak mau PPP sekarat, massa GPK gelar aksi teatrikal tuntut Suharso Monoarfa mundur: Kami resah dan gelisah

Menurut dia, karpet merah yang mereka bawa untuk mengetuk hati Suharso Monoarfa agar melek matanya. Bahwa Partai berlambang Kabah itu dalam kondisi tidak baik-baik saja seperti yang disampaikan oleh para kader PPP saat berkunjung ke Kantor La Nyalla Mattaliti.

Tak ingin PPP degradasi, massa GPK beri karpet merah agar Suharso Monoarfa legowo hengkang dari Ketum PPP (Sumber: GPK)

"PPP butuh figur yang bisa menjawab keresahan kader, yakni agar nantinya Partai bisa mendapatkan kursi di Parlemen," ucapnya.

Ia juga menyebutkan, figur Ketua Umum yang mempunyai kemampuan luar biasa dan memiliki rekam jejak yang baik itulah yang dinanti-nantikan oleh kader PPP.

Masih menurutnya, Suharso yang juga sibuk urusan rumah tangganya kadang menjadi penghalang bagi elektabilitas Partai itu sendiri.

Halaman:

Editor: Cesaria Hapsari

Sumber: GPK

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengumuman Capres bisa kerek elektabilitas Parpol

Senin, 3 Oktober 2022 | 18:48 WIB