Singgung politik isu agama, Grace Natalie: Ganjar akan tolak diduetkan dengan Anies Baswedan di Pilpres 2024

- Selasa, 7 Juni 2022 | 20:51 WIB
Singgung politik isu agama, Grace Natalie: Ganjar akan tolak diduetkan bersama Anies Baswedan di Pilpres 2024 (Instagram @gracenat)
Singgung politik isu agama, Grace Natalie: Ganjar akan tolak diduetkan bersama Anies Baswedan di Pilpres 2024 (Instagram @gracenat)

Hops.ID – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menolak wacana duet Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Pilpres 2024.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia PSI, Grace Natalie menilai wacana duet tersebut mustahil alias tak mungkin dilaksanakan karena menurutnya Ganjar akan menolak wacana itu.

Meski duet Ganjar dan Anies ini dianggap berpeluang menang oleh banyak peneliti lembaga survei namun dia yakin Ganjar tidak mau diduetkan dengan Anies yang dianggapnya kerap mamakai politik identitas atau isu agama dalam berpolitik.

Sementara, lanjutnya, Ganjar memiliki tipikal yang nasionalis hal itu membuat duet dua orang ini sulit diwujudkan dalam Pilpres 2024.

Baca Juga: Terbongkar FPI palsu dapat Rp150 ribu usai deklarasi dukung Anies, Refly Harun: Mau timpa sukses Formula E

"Rasanya kalau melihat karakter Pak Ganjar, rasanya beliau bukan orang yang akan mentolerir orang yang pernah menggunakan isu agama," kata Grace speerti dikutip Hops.ID dari Wartaekonomi jaringan media Suara pada Selasa, 7 Juni 2022.

Menurutnya, Ganjar yang merupakan kader PDIP diyakininya akan menolak dan tak akan berkompromi pada pihak yang kerap kali menggunakan politik identitas untuk mencapai tujuan politiknya.

Hal itu terkait nilai yang menurutnya dipegang teguh Ganjar. Karena itu, Grace mengaku dirinya sulit untuk membayangkan Ganjar dan Anies akan bersama dalam satu paket pasangan di Pilpres 2024.

"Itu soal nilai, ya, dan saya yakin Pak Ganjar enggak akan kompromi. Jadi rasanya menurut penerawangan saya, enggak jadi pasangan itu," tegas Grace.

Halaman:

Editor: Alfiyah Rizzy Afdiquni

Sumber: Warta Ekonomi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Transformasi ekonomi digital mesti infrastruktur dan SDM

Kamis, 29 September 2022 | 20:46 WIB

Apa itu peristiwa berdarah G30S/PKI? Ini penjelasannya

Kamis, 29 September 2022 | 19:59 WIB