Sekjen PBB: Turut berduka atas gempa di Afghanistan yang menyebabkan hilangnya banyak nyawa

- Kamis, 23 Juni 2022 | 16:21 WIB
Ilustrasi gempa. pixabay/Angelo_Giordano
Ilustrasi gempa. pixabay/Angelo_Giordano

Hops.ID - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan bahwa dirinya turut berduka atas hilangnya nyawa usai gempa bumi yang melanda Afghanistan pada hari Rabu, 22 Juni 2022.

"Ratusan orang dilaporkan tewas dan terluka, dan jumlah korban kemungkinan akan terus meningkat," kata Antonio Guterres dalam sebuah pernyataan, dilansir Hops.ID dari laman Al Jazeera, Kamis 23 Juni 2022.

"Hati saya untuk orang-orang Afghanistan yang sudah terhuyung-huyung akibat dampak konflik bertahun-tahun, kesulitan ekonomi dan kelaparan. Saya ikut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban," katanya lagi.

Baca Juga: 8 Tenaga medis di Argentina diadili atas kelalaian menangani mendiang Diego Maradona

Kini, jaringan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Afghanistan sepenuhnya akan dimobilisasi, dan para volunteer sudah berada di lapangan untuk memberi kebutuhan dan memberikan upaya pemulihan.

"Kami mengandalkan komunitas internasional untuk membantu ratusan keluarga yang terkena bencana gempa bumi ini. Sekarang saatnya untuk solidaritas," kata Guterres.

Selain itu, Wakil juru bicara Guterres, Farhan Haq mengatakan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan beberapa organisasi non-pemerintah telah mengerahkan tim kesehatan keliling, obat-obatan dan peralatan medis ke provinsi Paktika dan Khost Afghanistan dan menyediakan pasokan medis tambahan.

Baca Juga: Pertama kali sejak kematian jurnalis Khashoggi, Putra mahkota Saudi melakukan kunjungan ke Turki 

Farhan Haq juga mengatakan bahwa Badan kemanusiaan PBB bekerjasama dengan Taliban dalam merespons upaya pencarian dan penyelamatan.

"Mereka yang rumahnya rusak atau hancur mencari perlindungan pada keluarga dan teman. Yang lainnya dilaporkan tinggal di tempat terbuka. Taliban juga telah mengirimkan makanan dan tenda darurat ke sejumlah keluarga yang masuk kategori ini. Tapi bantuan yang diperlukan harus lebih banyak," katanya lagi.

Halaman:

Editor: Alfiyah Rizzy Afdiquni

Sumber: Al Jazeera, Xinhua

Tags

Artikel Terkait

Terkini