Mulai Senin, beli minyak goreng curah harus gunakan aplikasi PeduliLindung dan tunjukkan KTP

- Jumat, 24 Juni 2022 | 12:09 WIB
Luhut Binsar Pandjaitan dapat jabatan baru dari Presiden Jokowi (Menteri Luhut)
Luhut Binsar Pandjaitan dapat jabatan baru dari Presiden Jokowi (Menteri Luhut)

Hops.ID - Pemerintah terus berupaya untuk keluar dari krisis minyak goreng. Salah satunya adalah dengan mengeluarkan sistem baru terkait penentuan harga minyak curah.

Sistem ini memungkinkan masyarakat untuk mendapatkan minyak goreng curah dengan harga eceran tinggi (HET) sebesar Rp14.000 per liter. Namun untuk pembeliannya dibatasi 10 kg per hari.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan sistem ini akan disosialisasikan mulai besok Senin (27-6-2022) dan akan berlangsung selama dua minggu ke depan.

"Setelah masa sosialisasi selesai, masyarakat harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi atau menunjukkan NIK, untuk bisa mendapatkan minyak goreng curah dengan harga eceran tertinggi (HET)," ujarnya dalam keterangan resminya yang Hops.ID peroleh pada Jumat, 24 Juni 2022.

Baca Juga: Kartika Putri dan kuasa hukum datangi Kejaksaan Tinggi, Kartika Putri: Saya ingin menuntut keadilan!

Lebih lanjut, Menko Luhut mengatakan bahwa pembelian minyak goreng curah di tingkat konsumen akan dibatasi maksimal 10 kg untuk satu NIK per harinya dengan harga berkisar antara Rp14.000 per liter atau Rp15.500 per kilogram. Harga tersebut bisa diperoleh di penjual pengecer yang terdaftar resmi dalam program Simirah 2.0 dan juga melalui Pelaku Usaha Jasa Logistik dan Eceran (PUJLE) yakni Warung Pangan dan Gurih.

Menko Luhut mengatakan, kebijakan ini diambil Pemerintah dalam upaya untuk memberikan kepastian akan ketersediaan dan keterjangkauan harga minyak goreng bagi seluruh lapisan masyarakat. Penggunaan aplikasi PeduliLindungi berfungsi menjadi alat pemantau dan pengawasan di lapangan untuk memitigasi adanya penyelewengan di berbagai tempat dan dapat menyebabkan terjadinya kelangkaan juga kenaikan harga minyak goreng.

Pemerintah juga telah melakukan berbagai upaya untuk merespon sengkarut harga minyak goreng yang terjadi sejak beberapa bulan lalu. Beberapa langkah yang diambil pun mulai membuahkan hasil dengan semakin turunnya harga minyak goreng curah di beberapa daerah. Meski begitu, Menko Luhut minta pengawasan terkait distribusi untuk terus dilakukan.

“Saya ingin nantinya distribusi bisa dipastikan berjalan hingga ke level terbawah. Jangan sampai ada daerah yang tidak mendapatkan minyak goreng curah rakyat di bawah kebutuhannya. Tapi ini semua masih akan membutuhkan waktu,” tegas Menko Luhut.

Halaman:

Editor: Nariyati

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Terkini