Babak baru kasus Holywings, LBH Jakarta desak Presiden Jokowi evaluasi pasal karet

- Selasa, 28 Juni 2022 | 18:38 WIB
Tiga staf holywings diperiksa polisi terkait promo minuman alkohol bagi yang punya nama Muhammad dan Maria (Instagram @holywingsindonesia)
Tiga staf holywings diperiksa polisi terkait promo minuman alkohol bagi yang punya nama Muhammad dan Maria (Instagram @holywingsindonesia)

Hops.ID - Kasus penistaan agama yang bermula dari promosi Holywings semakin ramai. Kini, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta turut masuk gelanggang.

LBH Jakarta menilai, tindakan Kepolisian Resor Metropolitan Jakarta Selatan yang menangkap dan menetapkan 6 pekerja Holywings merupakan tindakan reaktif hanya karena tekanan massa, juga prematur.

Bahkan hal tersebut, menurut LBH Jakarta, hanya menambah panjang daftar korban penerapan eksesif pasal Karet, mulai dari pasal ‘ujaran kebencian’, penodaan agama, dan hoax. 

Baca Juga: Tanggapi kasus Hollywings, Razman Arif Nasution: Periksa Hotman Paris!

"LBH Jakarta berpendapat proses hukum terhadap para pekerja Holywings bermasalah atas alasan-alasan sebagai berikut," tulis rilis resmi LBH Jakarta, dilansir Hops.ID dari laman LBH Jakarta, Selasa 28 Juni 2022.

Dalam poin pertama, LBH Jakarta menilai polisi bertindak begitu reaktif, dan menunjukkan standar ganda jika dibandingkan dengan penanganan kasus-kasus lain.

Kasus Holywings, menurut LBH Jakarta, merupakan kasus yang kedua dalam satu bulan ini, setelah sebelumnya polisi bertindak reaktif dalam kasus ‘rendang babi’ karena viral di media sosial.

Baca Juga: Puluhan orang diduga korban perbudakan migran tewas dalam kondisi mengerikan di Amerika Serikat

Sebaliknya, LBH Jakarta menilai pihak kepolisian kerap menolak laporan, misalnya, penolakan Polresta Banda Aceh terhadap seorang perempuan korban pemerkosaan dengan alasan belum vaksin COVID-19 atau penolakan anggota Polsek Pulogadung atas laporan korban perampokan.

Halaman:

Editor: Alfiyah Rizzy Afdiquni

Sumber: LBH Jakarta

Tags

Artikel Terkait

Terkini