Ghislaine Maxwell, mantan sosialita Inggris divonis penjara 20 tahun gegara terlibat perdagangan anak

- Rabu, 29 Juni 2022 | 11:13 WIB
Ghislaine Maxwell divonis 20 tahun penjara  karena terlibat kasus perdagangan anak bawah umur. (Instagram @ ghislainemaxwell.pics)
Ghislaine Maxwell divonis 20 tahun penjara karena terlibat kasus perdagangan anak bawah umur. (Instagram @ ghislainemaxwell.pics)

Baca Juga: Rating di Google Play menurun konon, ada apa dengan ShopeeFood?

Namun Ghislaine Maxwell tidak meminta maaf atas tindakannya tapi ketika dia berbicara di podium dan mengatakan dia berempati dengan korban yang terlibat dalam kasus perdagangan anak.

Dan dia juga mengakui bahwa dia pantas dihukum karena telah membantu Jeffrey Epstein untuk melakukan kejahatan tersebut.

“Saya akan tetap berbuat baik terlepas dari hubungan saya dengan Epstein dan kasus seperti ini telah mencemarkan nama baik saya," Ghislaine Maxwell dikutip Hops.id dari The Guardian.

"Jeffrey Epstein seharusnya berada di persidangan selama beberapa tahun lalu untuk meminta maaf atas kesalahannya," lanjut Ghislaine Maxwell.

"Dan saya turut prihatin dan menyesal untuk semua yang anda rasakan karena perdagangan anak. Jeffrey Epstein seorang pria yang manipulatif dan licik,” katanya lagi.

Baca Juga: Bikin adem, Gus Miftah doakan karyawan 12 outlet Holywings yang ditutup dapat pekerjaan lebih baik dan halal

Ada 4 sanksi dalam persidangan tersebut yaitu Jane, Kate, Carolyn dan Annie Farmer.

Jane mengatakan dia berusia 14 tahun pada tahun 1994 ketika Jeffrey Epstein melecehkannya secara seksual dan Ghislaine Maxwell terkadang ikut terlibat dalam pelecehan tersebut. Pelecehan ini juga terjadi ketika dia berusia 15 dan 16 tahun.

Kate mengatakan dia berusia 17 tahun ketika bertemu dengan Ghislaine Maxwell di Paris pada tahun 1994, Ghislaine Maxwell saat itu meminta Kate untuk minum teh di Townhouse, London bersamanya dan dia diperkenalkan ke Jeffrey Epstein.

Halaman:

Editor: Ratih Nugraini

Sumber: Guardian

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Publik harus dorong koalisi tidak hanya dua poros

Senin, 26 September 2022 | 21:39 WIB