Ini dia 5 pemilik Holywings sebenarnya, bukan Hotman Paris soalnya segini doang sahamnya

- Rabu, 29 Juni 2022 | 21:49 WIB
Ini dia pemilik Holywings sebenarnya, bukan Hotman Paris soalnya segini doang sahamnya (Instagram @nikitamirzanimawardi_172)
Ini dia pemilik Holywings sebenarnya, bukan Hotman Paris soalnya segini doang sahamnya (Instagram @nikitamirzanimawardi_172)

Hops.ID - Belakangan ini publik penasaran siapa sih di balik Holywings, siapa pemilik Holywings sebenarnya.

Nah ternyata nih, bukan Hotman Paris yang jadi pemilik Holywings. Pengacara kondang itu cuma salah satu pemegang saham Holywings. Terus siapa dong pemilik Holywings sebenarnya.

Ada data dari Dirjen AHU Kemenkumham nih, saham Hotman Paris di Holywings nggak mayoritas lho. Kabarnya cuma 10 saham dari 500 lemar saham Holywings. Nah jadi siapa sih pemilih Holywings, yuk simak yuk bestie Hopers.

Baca Juga: Ustadz Felix Siauw tawarkan solusi soal nasib karyawan Holywings: Jualan susu kedelai, bajigur dapat untung

Publik penasaran siapa owner atau pemilik Holywings. Nama beken seperti Hotman Paris dan Nikita Mirzani pun diduga punya saham besar di Holywings.

Ternyata salah bestie. Hotman Paris punya saham kecil di Holywings. Entah dengan Nikita Mirzani berapa sahamnya belum terungkap. Nah siapa kalau begitu siapa dong pemilik Holywings sebenarnya.

Dikutip dari data penelitian mahasiswa tesis Universitas Multimedia Nusantara, Richarad Chandra Soesanto Oei, dengan judul riset Implementasi Pelaksanaan Event Live Music untuk Menunjang Jumlah Pengunjung Holywings dan Strategi Marketing yang dilakukan Holywings untuk Meningkatkan Sales dalam Menghadapi Pandemi COVID-19, ternyata ada 5 nama pemilik Holywings nih. Lima nama ini menurut data Kemenkumham, yang paling besar sahamnya di resto dan bar tersebut.

Hotman Paris diduga terancam bangkrut usai 12 outlet usaha Holywings di Jakarta yang dibangunnya ditutup (Instagram @hotmanparisofficial)

Baca Juga: Menu istimewa grilled chicken with mushroom sauce yang praktis ala chef Devina Hermawan

Halaman:

Editor: Amal Nur Ngazis

Sumber: kemenkumham, Riset Richard Chandra Soesanto Oei

Tags

Artikel Terkait

Terkini