Bicara soal misi damai Presiden RI, pengamat politik Malaysia curhat kemerosotan negaranya: Butuh sosok Jokowi

- Sabtu, 2 Juli 2022 | 16:14 WIB
Pengamat politik Malaysia puji misi damai Jokowi. (BPMI Setpres)
Pengamat politik Malaysia puji misi damai Jokowi. (BPMI Setpres)

Salah satu yang ia singgung adalah soal Menteri Pertahanan Hishammuddin Hussein yang belum lama ini mempertimbangkan untuk membangun kebun sayur di kamp-kamp tentara demi memastikan ketahanan pangan.

Baca Juga: Kaget lihat chat Celine Evangelista dan Marshel Widianto, Caren Delano: Gue yakin 100 persen lo kesurupan

“Dengan tentara akan menjaga ketahanan pangan bangsa, siapa yang akan melindungi bangsa dari musuh-musuhnya?” tulisnya kala itu.

Ia juga menyinggung soal wacana yang sempat dilontarkan oleh PM Malaysia Ismail Sabri Yaakob soal Bahasa Melayu yang akan dijadikan bahasa utama di ASEAN, yang dianggap identitas Bangsa Melayu.Tetapi kemudian ia menghubungkannya dengan kasus-kasus korupsi.

Menurutnya penyebutan Bahasa Melayu sebagai identitas memang menarik tetapi identitas itu kini telah berantakan ketika para penguasa melanggar sendiri identitas yang dianggap suci dengan melakukan tindak pidana korupsi.

Baca Juga: Jadwal pameran IMOS 2022, bakal banjir motor konsep

Tak berhenti disitu, Joe Samad menuliskan sederet aturan-aturan tak masuk akal yang menurutnya membuat malaysia hampir menjadi negara paria, sebab dijauhi oleh investor dan pemimpin dunia.

Menyinggung kembali soal wacana Bahasa Melayu yang menjadi prioritas demi menegaskan supremasi negeri Jiran, menurutnya fokus terhadap wacana ini justru menyebabkan negaranya gagal dalam banyak hal.

Untuk memperbaiki kondisi semacam ini, ia mengatakan bahwa Malaysia sebenarnya membutuhkan sosok pemimpin seperti Presiden Jokowi.

Malaysia sangat membutuhkan ‘Jokowi’ kita sendiri,” pungkasnya.***

Halaman:

Editor: Ratih Nugraini

Sumber: Free Malaysia Today

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Inflasi tinggi dan perlambatan bayangi pemulihan ekonomi

Selasa, 27 September 2022 | 19:28 WIB