Masih mangkrak, publik tetap optimis Kasus Formula E dituntaskan tanpa tergesa-gesa: Asal sebersih-bersihnya

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 08:22 WIB
 Sebelum ajang resminya, replika mobil Formula E sudah dipamerkan kepada masyarakat di CFD Bundaran HI Jakarta. (tangkap layar Youtube Suaradotcom)
Sebelum ajang resminya, replika mobil Formula E sudah dipamerkan kepada masyarakat di CFD Bundaran HI Jakarta. (tangkap layar Youtube Suaradotcom)

Hops.ID – Kasus Formula E hingga kini masih terus mendapat sorotan. Kali ini, Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto memberikan tanggapannya.

Ia mempersoalkan transparansi dan pertanggungjawaban kasus Formula E dan mengumpamakannya lewat sebuah peribahasa terkenal.

"Terkait transparansi pertanggungjawaban soal pelaksanaan Formula E Jakarta saja dari pihak-pihak Pemda DKI seperti peribahasa, 'Hidup Segan Mati Tak Mau'," kata Hari Purwanto, seperti informasi tertulis diterima Hops.ID, Rabu, 3 Agustus 2022.

Dia melanjutkan, hal tersebut bisa juga menyinggung soal belum terbitnya audit BPK yang lebih komprehensif pasca penyelenggaraan Formula E Jakarta.

Baca Juga: Sempat dibuat pesimis oleh upaya KPK dalam kasus dugaan korupsi Formula E, kini optimisme publik bangkit lagi

Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sendiri sampai saat ini belum ada informasi atau meminta audit investigasi ke BPK terkait pasca penyelenggaraan Formula E Jakarta.

"Kami berspekulasi kasus ini akan dituntaskan saat Anies Baswedan saat selesai menjabat Gubernur," kata dia.

Menurutnya, posisi Anies Baswedan Gubernur memiliki andil dalam persoalan ketidakpatuhan pihak-pihak tertentu pada KPK RI, termasuk dalam hal pemberian dokumen yang memadai.

Meskipun demikian, penuntasan kasus Formula E menurutnya tetap bisa dilanjutkan setelah Anies Baswedan lengser. Ia menyebut tak ada alasan bisa lolos dari jerat KPK.

Halaman:

Editor: Nariyati

Sumber: Studi Demokrasi Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini